Indramayu, Kabarnusa24.com
Tumpukan disposal atau limbah galian sungai milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dibiarkan berserakan di sepanjang badan jalan raya dari Kecamatan Balongan hingga Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Kondisi ini bukan hanya merusak estetika, tetapi juga telah mengancam keselamatan masyarakat pengguna jalan.
Hasil penelusuran di lapangan, gundukan tanah tersebut nyaris menutup jalur utama dan hingga kini tidak pernah dirapikan. Saat musim hujan, tanah yang mengeras berubah licin, membuat pengendara mudah tergelincir. Beberapa warga menyebutkan, sudah banyak kecelakaan terjadi akibat kelalaian ini.
Ironisnya, pihak BBWS sebagai penanggung jawab proyek seolah menutup mata. Disposal yang semestinya dibuang atau dirapikan justru dibiarkan menumpuk di jalan, tanpa ada solusi. Padahal, jalan raya tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan antar kecamatan dan ramai dilintasi setiap hari.
“BBWS harus bertanggung jawab. Jangan hanya menggali sungai, tapi limbahnya ditinggalkan di jalan hingga menelan korban. Ini jelas membahayakan nyawa orang,” tegas salah seorang tokoh masyarakat di Balongan. 3/10/2025
Masyarakat mendesak pemerintah daerah, aparat kepolisian, segera menindaklanjuti persoalan ini. Apabila dibiarkan, bukan hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban jiwa lebih banyak.
(MT Jahol)







