DaerahKriminal

Lucky Hakim Desak Polisi Tindak Oknum Kuwu, Terlibat Penganiayaan Dokter di Anjatan

13
×

Lucky Hakim Desak Polisi Tindak Oknum Kuwu, Terlibat Penganiayaan Dokter di Anjatan

Sebarkan artikel ini
Lucky Hakim Desak Polisi Tindak Oknum Kuwu, Terlibat Penganiayaan Dokter di Anjatan

 

Indramayu, Kabarnusa24.com –

Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang dokter oleh oknum kepala desa (kuwu) di Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, menuai perhatian serius dari Bupati Indramayu, Lucky Hakim.

Melalui video pernyataannya yang diunggah di akun pribadinya pada Sabtu (25/10), Lucky Hakim dengan tegas meminta aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus tersebut secara profesional dan tanpa pandang bulu.

“Saya sarankan kepada korban, dokter tersebut, untuk segera melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Saya juga berharap aparat penegak hukum dapat bertindak cepat dan responsif,” ujar Lucky.

Bupati Lucky menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil, siapapun pelakunya, termasuk jika pelaku merupakan seorang kepala desa.

“Kalau sudah ada bukti-buktinya, ini urusan pidana. Siapapun yang melakukan tindakan pidana, harus mempertanggungjawabkannya termasuk kepala desa atau pejabat pemerintahan,” tegasnya.

Selain itu, Lucky juga menyoroti pentingnya mengetahui kondisi saat kejadian, termasuk apakah oknum kuwu tersebut berada dalam keadaan sadar atau di bawah pengaruh alkohol.

“Kita akan cari tahu bersama, apakah saat kejadian itu terjadi di jam kerja, dan apakah oknum kuwu dalam keadaan mabuk atau tidak,” tambahnya.

Pernyataan tegas Lucky Hakim tersebut mendapat sambutan luas dari masyarakat Indramayu. Banyak pihak mendukung langkah cepat Bupati dalam memberikan perhatian terhadap kasus ini dan berharap agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas hingga terang benderang.

Hingga kini, publik masih menantikan keterangan resmi dari pihak kepolisian serta klarifikasi dari oknum kuwu yang diduga terlibat dalam insiden penganiayaan terhadap tenaga medis tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran melibatkan dua pihak yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat, tenaga kesehatan dan aparat pemerintahan desa.

(MT Jahol)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin