Tingkatkan Kwalitas Pengelolaan Zakat di MWC ,Lazisnu Lumajang Gelar Madrasah Amil
Lumajang,kabarnusa24.Com.Minggu,26/10/2025.Lazisnu PCNU Lumajang mengadakan kegiatan Madrasah Amil di Hall Hotel Prima,Jalan Sukarno -Hatta yang di hadiri 170 peserta satunya di MWC.Sabtu,25/10/2025
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada amil (pengelola zakat) terkait tugas dan kewajibannya dalam pengelolaan zakat yang tepat dan profesional.
Kegiatan Madrasah Amil ini diikuti oleh Pengurus MWC se-kabupaten Lumajang Tujuan utama dari acara ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada para amil agar memiliki kualifikasi yang memadai dalam menjalankan tugasnya sebagai pengelola zakat. Kegiatan ini juga memberikan pembekalan mengenai regulasi, tata kelola zakat, serta perhitungan zakat yang benar.
Direktur Lazisnu PWNU Jawa Timur Moch.Roffi Boenawi,S.Pd.I.,M.Ag menekankan bahwa untuk menjadi seorang amil yang profesional, ada tiga syarat penting yang harus dipenuhi: Kober (Memiliki Waktu), Pinter (Cerdas), dan Bener (Benar dan Akurat dalam Pengelolaan). Menurutnya, Madrasah Amil adalah sarana untuk memberikan bekal pengetahuan yang cukup kepada para amil agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
“Kegiatan Madrasah Amil ini sangat penting untuk memastikan bahwa amil yang mengelola zakat memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai. Dengan demikian, pengelolaan zakat akan lebih efektif dan memberikan manfaat lebih besar bagi umat,” ujar Boenawi
Boenawi juga menegaskan bahwa Madrasah Amil ini merupakan proses penting untuk membekali para pengurus agar lebih profesional dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
“Jangan sampai kita hanya berpikir menyalurkan bantuan dalam bentuk konsumtif atau karitas. Lebih dari itu, kita harus mengarahkan gerakan amil ke pemberdayaan, sehingga dana ZIS bisa produktif dan mampu mengubah mustahik menjadi muzakki,” ujarnya.
Boenawi berharap gerakan zakat di Lumajang bisa menjadi role model , “Jika ranting-rantingnya bergerak, maka gerakan zakat akan lebih mudah berkembang. Zakat produktif harus dijalankan, agar benar-benar memberikan pemberdayaan bagi jamaah NU,” ungkapnya.
Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak berhenti di forum, melainkan dipraktikkan langsung dalam pengelolaan LAZISNU di ranting masing-masing.(D.S)







