Opini

Kebangkitan Pemuda Wujud Kesatuan dan Persatuan Nasionalisme Agama dan Bangsa

27
×

Kebangkitan Pemuda Wujud Kesatuan dan Persatuan Nasionalisme Agama dan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Kebangkitan Pemuda Wujud Kesatuan dan Persatuan Nasionalisme Agama dan Bangsa

Oleh : Sutriachol Haris, Lc

TANGGERANG,- Pemuda Indonesia dapat memiliki konsep kreatif, inovatif dan efektif karena akar kebudayaan yang telah lama mengajari dalam setiap peradaban dan adat yang ada pada suku dan kepulauan.

Semangat pemuda untuk menghasilkan karya telah banyak yang dapat menjadi contoh terbaik dari pemuda dan pemudi Indonesia.

Pada sisi sejarah lahirlah seorang pemudi tokoh wanita asal NTT misalnya seperti “Agnes Yeanette Musakabe” sebagaimana ia pun telah menerima penghargaan dari Kemensos RI dalam upaya kerasnya sangat peduli dengan upaya kesetiakawanan sosial dan peningkatan gizi masyarakat.

Wanita Pemudi asal NTT itu berkreatifitas atas inisiatifnya tercipta menu – menu sehat dan bergizi bagi masyarakat Indonesia.

Selain rasa asuh, asah dan asih wanita asal NTT itu menginpirasi para pemudi wanita – wanita Indonesia bahwa dalam semangat bekerja akan mendapatkan lebih baik terhadap hasilnya apabila disertai dengan ilmu, disiplin pengetahuan dan pengalaman hingga bisa mahir dan ahli di bidangnya.

Penulis mengisahkan ini terkorelasi Program Besar Presiden Prabowo Subianto tentang MBG hal ini dikutip pada Katalog “Men and Women of The Year 1994” sebagai bentuk eksistensi tambahan inspirasi bagi program Presiden RI dalam karya dan Program Peningkatan Gizi Nasional memberantas Stunting.

Lahirnya para pemuda – pemudi Indonesia yang handal ketika sebuah negara memiliki komitmen kuat akan menghadirkan kualitas gizi atas karya kaya akan sumbangsih hasil alamnya yang melimpah akan produknya sendiri, yakni konsentrasi dalam hadirnya program MBG pada aspek mulia dalam upaya menumbuh kembangkan kebangkitan dini pada kesehatan gizi nasional tersuguh oleh negara hadir untuk putra – putri muda – mudi NKRI.

Ketika tumbuh menjadi pemuda – pemudi kuat buat Indonesia maka kira – kira aspek gagasan tambahan yang kudu di genjot oleh Pemerintah RI yakni wadah wujud K/L kepemudaan yang lebih luas lagi komprehensif tertata kelola organisasi yang dapat dirasakan langsung hingga akar rumput tingkat Desa, padat program karya.

Maka bila akan evaluasi suatu kewajaran bagi Kementetian Pemuda dan Olga lebih menyentuh menyeluruh ke bawah bukan sekedar nama akan Kementerian Pemuda RI namun yang dikejar seolah hanya pada sisi aspek dan prestasi ke olahraga-an nya doang.

Dalam sisi SDM maka pentingnya mentoritas bagi pemuda – pemudi yang dapat memiliki prinsipil yang kuat sehingga ia dapat berkata, “Lihatlah saya seorang Pemuda dan bangga Indonesia.”

Bukan mengatakan, “Lihatlah dulu ayahku, bapakku” piye toh !? Bila saja wujud bangsa yang kuat dan hadirnya pemuda yang sehat namun masih berlaku mengandalkan seorang bapak wujud selaku orang dalem. (sebagaiamana dalam mutiara pepatah Arab)

Kebudayaan dan peradaban bagi pemuda Indonesia seyogianya dapat mengoptimalkan untuk lebih semangat berkarya pada masa – masa muda sebelum datangnya masa – masa tua. Karena sejatinya masa tua jelas tinggal sisa tenaga alias loyo, maka kebangetan bila sudah di usia tua atau matang bukan mengabdi namun na’udzubillah malah masih saja maling jadi koruptor.

Selamat menjelang “Hari Sumpah Pemuda”.

Kenapa saat pemuda kudu bersumpah akan diri dan segenap jiwanya. Karena agar tertanam jiwa kuat, cerdas dan sehat lagi berakhlak. Datanglah masa tua dan masa matang tinggal menghampar segenap dedikasi dan merelakan atas pengabdian terhadap agama bangsa dan negara.

Ingat sabda Baginda diriwayatkan dari Abu Hurairoh, beliou berkata, “Seorang Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih di sukai Allah dari mukmin yang loyo”. (malas – malasan alias jadi generasi rebahan).

Semangat dimanapun Pemuda – Pemudi Indonesia. Merdeka !!!

(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin