BeritaReligiSejarahSeni Budaya

Sejarah Qori Mesir Ternama Syeikh Mahmud Al Hussary dan Syeikh Muhammad Abdul Basit Abdul Samad Membersamai Sejarah Sang Perintis MTQ Indonesia

38
×

Sejarah Qori Mesir Ternama Syeikh Mahmud Al Hussary dan Syeikh Muhammad Abdul Basit Abdul Samad Membersamai Sejarah Sang Perintis MTQ Indonesia

Sebarkan artikel ini
Sejarah Qori Mesir Ternama Syeikh Mahmud Al Hussary dan Syeikh Muhammad Abdul Basit Abdul Samad Membersamai Sejarah Sang Perintis MTQ Indonesia

Oleh : Sutriachol Haris, Lc

Kabarnusa24.com,- Hubungan yang melekat teramat dekat Indonesia dan Mesir. Dimana Mesir merdeka lebih kurang dari 3000 tahun. Selain Pemerintahan Mesir pula yang pertama mengakui atas kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Syeikh para qori pembaca alquran ternama Mesir yakni Syeikh Mahmud Alhussary Lahir 1917 dan wafat 1980.

Syeikh Muhammad Abdul Basit Abdul Samad Lahir Mesir tahun 1927 dan wafat di Mesir tahun masehi 1980.

Seorang pembaca alquran ternama dan pertama sebagaimana beliau dikenal sejarah berdiri sebagai “Perintis MTQ Indonesia” tak lain dan tak bukan beliau adalah KH Abdul Aziz Muslim. dikutip dari NU Online, NU or.id Jumat, (14Oktober 2022).

KH Abdul Aziz Muslim lahir di Berebes 3 November tahun 1935. dan wafat di Cilodong 19 April di Kota Depok tahun 2008.

Wafat KH Abdul Aziz Muslim pada tahun 2008 ketika masih di bulan dan tahun yang sama itu masuk dalam salah satu agenda besar dimana KH Abdul Aziz Muslim jadi agenda resmi MTQN 22 Provinsi Banten untuk ditandu pada acara pembukaan MTQN 22 Banten.

Pembukaan acara itu dibuka oleh Presiden SBY, KH Abdul Aziz Muslim rencana akan ditandu untuk dikenalkan kembali diketahui sebagai tonggak sejarah peradaban bangsa KIAA 1965 wujud support kebangkitan dan gairah semangat baru bagi generasi qori – qori muda Indonesia.

Dimana ketika itu sekaligus ada pembagian buku yang berjudul ” Hakikat Taqwa Menurut Islam” sebuah karya buku yang ditulis oleh: KH Abdul Aziz Muslim, dan kepada para kafilah dan para tamu undangan se Indonesia, serta para pecinta alquran di Tanah Air yang hadir pada MTQN ke 22 Banten.

Karya buku “Hakikat Taqwa Menurut Islam” dicetak ribuan eksemplar oleh Pemerintahan Provinsi Banten tersebut di sebar dan di bagikan sebagai hadiah dan motivasi wujud pembangunan bangsa lewat MTQ Nasional. Dan acara MTQN ke 22 dikenal Banten “Iman Taqwa” yang di tutup acara MTQN ke 22 tersebut oleh Wakil Presiden RI – M.Jusuf Kalla.

Provinsi Banten berdiri sebagai Penyelenggara tuan rumah Nasional MTQN ke 22 di tahun 2008, satu agenda penanduan KH Abdul Aziz Muslim batal digelar karena tepat pada tgl 19 April tahun 2008 Abdul Aziz Muslim wafat pulang ke rahmatullah. Satu Agenda MTQN 22 di Provinsi Banten Batal di Gelar. dikutip dari Koran Media Cetak “Fajar Banten”, terbit Selasa (22 April 2008).

Sejarah Qori Mesir Ternama Syeikh Mahmud Al Hussary dan Syeikh Muhammad Abdul Basit Abdul Samad Membersamai Sejarah Sang Perintis MTQ Indonesia

Ada esensial momentum yang tersirat dalam takdir Ilahi tertulis dalam tinta sejarah yakni ketiga pembaca alquran atau ketiga qori tersebut sama – sama wafat pada tahun ketepatan ada dalam catatan angka delapan nya. Tahun 1980, 1988, dan tahun 2008. Angka ini ada kemiripan dalam catatan angka Hoki Presiden RI Prabowo Subianto yakni di angka keramat 8.

Penulis tahun 2004 lalu mencoba serupa “Study Hikmah Kasus” ke Masjid Raden Rahmat Sunan Ampel – Surabaya dan langsung ke tempat khusus di dalam Masjid bersama seorang kuncen Masjid Sunan Ampel, dimana setiap waktu nya dalam dua waktu yaitu dalam sehari kaset sholawat tarhim itu rutin dua kali diputar oleh pak Ayub namanya sekitar usia 60 an tahun usia Ayub, atas izin DKM Manajemen di Masjd tersebut. Ayub juga selaku muadzin di Masjid ke Wali-an bersejarah itu.

Setelah mendengar bahwa sholawat tarhim yang digaungkan di Masjid Raden Rahmat Sunan Ampel Surabaya selalu istiqamah rutinitas diputar rekaman kaset tarhim yakni menjelang setiap mau Magrib setiap hari nya dan menjelang adzan sholat subuh setiap hari nya.

Dimana ada dua rekaman kaset tarhim sholawat yang selalu diputar – putar silih bergantian setiap harinya yakni suara sholawat tarhim dari Syeikh Mahmud Alhussry (Syeikh Mahmud Khalil Al Hussary) dan tarhim sholawat suara KH Abdul Aziz Muslim, hingga perhari ini suara sholawat tarhim itu menggema dari dua langgam suara emas dua qori ternama dunia tersebut masih diputar didengarkan di Masjid Sunan Ampel, Raden Rahmat Surabaya Jawa – Timur dan terus diputar sholawat tarhim insyaallah hingga tiba hari akhir.

Di tahun 1980 tepat di tahun itu salah seorang qari masyhur Mesir Syeikh Mahmud Alhussary wafat dan ketepatan pada tahun yang sama pula yakni juga di tahun 1980 Masehi, yaitu qori masyhur masih dari Mesir junior nya Syeikh Mahmud Alhussary yakni Syeikh Muhammad Abdul Basit Abdul Samad datang dalam kunjungan nya ke Indonesia.

Tahun 1980 Syeikh Muhammad Abdul Basit Abdul Samad setiba datang ke Indonesia dalam serupa kunjungan balasan dari qari Indonesia pertama hasil pembaca terbaik 1 KIAA Bandung.

KH Abdul Aziz Muslim juga sekaligus keliling Indonesia membersamai sama – sama sebagai qari legendaris dunia tersebut yakni Syeikh Muhammad Abdul Basit Abdul Samad dan KH Abdul Aziz Muslim dimana bersama secara sendiri – sendiri bahkan hingga duet melantunkan, menggaungkan suara emas mereka berdua di seantero Bumi Negeri Pertiwi. RRI dan TVRI tentu aktif meliput dan menyiarkan di masa nya kala itu.

 

Diingatkan hal Itu semua wujud bentuk implementasi Wahyu Ilahi. Diriwayatkan dari Barra bin Azib, Rasulullah S.A.W bersabda :

“Hiasilah (semerdu mungkin) Alquran dengan Suara Kalian”

Kunjungan balasan diterima Indonesia dari Syekh Muhammad Abdul Basit Abdul Samad dimana Missi Qurra Indonesia untuk dunia 60 tahun lalu sudah mendemontrasikan ke dunia islam bacaan alquran sejak tahun 1965.
Saat itu KH Abdul Aziz Muslim, Fuad Zain, bersama pendamping KH Bashari Alwi pengasuh Ponpes PIQ Malang Jawa – Timur.

Tentu di tahun 1966 dan 1967 KH Abdul Aziz Muslim juga masih terus diundang negara – negara islam mewakili Indonesia menjalankan Missi Bangsa karena tanah air Indonesia 20 an tahun baru merdeka pasca KIAA 1965.

Sejarah Qori Mesir Ternama Syeikh Mahmud Al Hussary dan Syeikh Muhammad Abdul Basit Abdul Samad Membersamai Sejarah Sang Perintis MTQ Indonesia

Pemenuhan undangan negara dan kunjungan kebangsaan ke Malaysia, Kuala Lumpur di sana KH Abdul Aziz Muslim dijamu oleh Tengku Abd. Rahman Putra selaku Perdana Menteri Malaysia tahun 1967. Dan keliling seperti ke negara Brunai Darus Salam serta ke negara Asia dan Asia Tenggara lainnya.

Pada bulan sekitaran Mei hingga Juni tahun 1980, Syekh Muhammad Abdul Basit Abdul Samad selama di Indonesia yakni dijamu Negara berada di Hotel Syahid Jakarta.

Telah berlangsung selepas peristiwa pemberontakan G30S PKI tahun 1965. KH Basari Alwi berkiprah dibidang pendidikan alquran (pelantun alquran bil-ghina) Nasional dan Internasional walaupun tak seterkenal KH. Abdul Aziz Muslim.

Hal itu Pasca KIAA 60 tahun lalu ada kunjungan misi qurra Indonesia untuk dunia (mereka bertiga berkunjung KH Basari Alwi sebagai Pendamping dari KH Abdul Aziz Muslim dan Fuad Zein) ke 11 Negara Asia Afrika yakni : Arab Saudi, Kuwait, Pakistan, Irak, Iran, Suria, Lebanon, Mesir, Palestina, Aljazair dan Libya. Hal ini dikutip dari islamic-center.or.id
Rabu, (26 Agustus 2020).

KIAA sudah 60 tahun silam lama nya mengapa diadakan pada tahun itu 1965.

Mengingat Bangsa Indonesia saat itu kondisi politik nya tidak stabil dan geopolitik Indonesia kondisinya bergejolak seperti adanya konfrontasi dengan negara tetangga seperti Malaysia, selain ribut perang dingin dunia terjadi antara dua blok yaitu Barat dan Timur.

Maka Indonesia berdiri memainkan peran luar biasa dan strategis yakni sekaligus diadakan pembacaan alquran(MTQ) secara Nasional dan Internasional oleh Presiden Soekarno.

Dahulu dimana orang PKI amat takut dan tidak suka dengan suara bacaan alquran. Masa selain dimana kala itu Alquran sebagai pembeda mana yang jelas PKI dan mana yang bukan PKI.

(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin