Kabarnusa24.com ,Palembang – Kasus memilukan yang menimpa seorang siswa SD 150 Gandus, dengan kedua mata mengalami pendarahan, langsung menarik kepedulian berbagai pihak. Ketua Gerakan Peduli Perempuan dan Anak, Pida, bersama Komisioner KPAD Provinsi Sumsel, Aan Andriansyah (mewakili Ketua KPAD DR. Dwi Noviani), dan Ketua Perhimpunan Perempuan Cinta Palembang (PPCP), Risdiana, bergerak cepat mengunjungi korban di RS BARI.Selasa 4 Nopember 2025.
Saat kunjungan, mereka mendapati sang anak terbaring lemah, didampingi kedua orang tuanya yang setia. KPAD Provinsi Sumsel mengapresiasi langkah sigap Walikota Palembang yang telah membawa dan memastikan anak tersebut dirawat intensif di RS BARI. Tindakan ini dinilai sebagai wujud nyata pemerintah kota dalam menjamin hak kesehatan anak.
Menyikapi viralnya kasus ini, KPAD Provinsi Sumsel masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis. Mereka percaya penuh bahwa tim medis RS BARI akan bertindak profesional, sehingga sang anak mendapatkan keadilan dan hak-haknya sebagai anak Indonesia.
“Kami mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan berita simpang siur, apalagi yang mengesankan adanya tindak kekerasan selama proses belajar mengajar,” ujar Aan Andriansyah. KPAD yakin bahwa guru-guru di SD 150 Gandus akan terus menjunjung tinggi profesionalisme dan menjaga marwah sebagai pendidik.
Namun, KPAD menegaskan, jika hasil visum dan pemeriksaan medis menunjukkan adanya unsur kekerasan, maka kasus ini harus diselidiki tuntas oleh pihak berwajib secara profesional. KPAD akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, memastikan keadilan bagi sang anak dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban.







