Indramayu, Kabarnusa24.com
Gelombang aksi damai mewarnai kawasan pesisir Pantura Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, pada Jumat (7/11/2025). Ratusan warga turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka terkait banjir rob yang terus menerjang wilayah tersebut dan merugikan masyarakat pesisir.
Sejak pagi, personel Polres Indramayu bersama TNI dan Satpol PP telah bersiaga di sejumlah titik strategis sepanjang jalur Pantura. Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
Petugas gabungan tampak melakukan pengaturan kendaraan, pengamanan mobilisasi massa, serta patroli dialogis di sekitar lokasi aksi. Sejumlah kendaraan dialihkan sementara untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas di kawasan padat transportasi antarprovinsi tersebut.
Aksi warga ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap banjir rob yang kerap melanda kawasan pesisir utara Indramayu. Warga menilai, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan keseharian masyarakat.
Massa aksi membawa berbagai spanduk tuntutan agar pemerintah segera melakukan penanganan permanen terhadap banjir rob yang menggenangi permukiman dan area tambak. Meski demikian, aksi berlangsung damai dan tertib di bawah pengawasan ketat aparat keamanan.
Di sela kegiatan, petugas Polri dan TNI tampak aktif berinteraksi dengan masyarakat, memberikan imbauan agar aspirasi disampaikan dengan santun tanpa mengganggu ketertiban umum. Pendekatan humanis ini membuat suasana tetap sejuk dan kondusif meski massa cukup banyak.
Beberapa warga menyampaikan keluhannya kepada petugas di lapangan. Mereka berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul penahan air laut serta sistem drainase yang rusak akibat pasang tinggi. Warga juga menekankan pentingnya solusi jangka panjang untuk menghindari kerugian ekonomi di wilayah pesisir.
Sementara itu, jalur Pantura tetap dapat dilalui kendaraan. Meskipun sempat terjadi perlambatan arus lalu lintas, tidak ada penutupan total selama aksi berlangsung. Koordinasi antara Polri, TNI, dan Satpol PP berjalan efektif menjaga situasi tetap aman dan tertib.
Kasie Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, menyampaikan bahwa pihaknya menurunkan personel gabungan untuk mengawal kegiatan masyarakat sesuai ketentuan undang-undang. Ia menegaskan, Polri menghormati hak warga dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
“Kami hadir untuk memberikan pengamanan agar kegiatan penyampaian aspirasi berjalan damai, tertib, dan tidak mengganggu ketertiban umum. Polri menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat selama tetap sesuai aturan yang berlaku,” ujar AKP Tarno.
Ia menambahkan, Polres Indramayu berkomitmen menjaga keamanan serta memastikan seluruh kegiatan masyarakat berjalan lancar tanpa gangguan. Pihaknya juga mengapresiasi sikap tertib warga Eretan Wetan selama menyampaikan aspirasi.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga suasana kondusif. Silakan sampaikan aspirasi dengan cara yang baik dan santun. Polri siap mengawal agar suara masyarakat tersampaikan tanpa menimbulkan gangguan kamtibmas,” imbuhnya.
Aksi ini menjadi momentum penting bagi sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat pesisir. Pendekatan humanis yang dilakukan aparat di lapangan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah yang rawan bencana alam tersebut.
Di akhir keterangannya, AKP Tarno mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melapor bila menemukan potensi gangguan ketertiban.
“Apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas, segera laporkan melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU via WhatsApp 081999700110 atau call center 110,” tutupnya.
Kegiatan penyampaian aspirasi di wilayah pesisir Eretan Wetan pun berakhir dengan aman dan tertib. Sinergi antara Polri, TNI, Satpol PP, dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa pengamanan yang humanis mampu menjaga keseimbangan antara hak demokrasi dan stabilitas keamanan daerah.







