DaerahPeristiwa

Dua Mahasiswa Polindra Korban Susur Sungai Cimanuk Dimakamkan

14
×

Dua Mahasiswa Polindra Korban Susur Sungai Cimanuk Dimakamkan

Sebarkan artikel ini
Dua Mahasiswa Polindra Korban Susur Sungai Cimanuk Dimakamkan

 

Indramayu, Kabarnusa24.com

Dua mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) yang menjadi korban dalam kegiatan susur Sungai Cimanuk, Senin (10/11/2025), siang ini telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Keduanya sebelumnya ditemukan meninggal dunia setelah proses pencarian oleh tim SAR gabungan dinyatakan selesai.

Kedua korban masing-masing bernama Muhammad Lana dan Agung, keduanya merupakan anggota Komunitas Mahasiswa Pencinta Alam (KOMPA) Polindra atau Mapala.

Jasad Muhammad Lana dimakamkan di pemakaman umum Blok Sukadedel, Desa Terusan, Kecamatan Sindang. Ratusan pelayat dan keluarga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Sementara jenazah Agung dikebumikan di pemakaman umum Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, pada Senin siang.

Pihak Polindra menegaskan bahwa kegiatan susur sungai yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut tidak memiliki izin resmi dan tidak diketahui oleh pihak kampus.

“Pihak kampus tidak pernah mengeluarkan izin terkait kegiatan susur sungai tersebut,” jelas Ade Syarief, Kepala Bagian Kemahasiswaan Politeknik Negeri Indramayu.

Ade menambahkan, pihak kampus menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan berjanji akan melakukan evaluasi terhadap aktivitas mahasiswa di luar kegiatan resmi kampus agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

“Direktur dan segenap sivitas akademika Polindra menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi,” ujar Ade Syarief.

Diketahui, insiden tersebut bermula dari aktivitas susur sungai yang dilakukan tujuh mahasiswa di aliran Sungai Cimanuk, tepatnya di Bendungan Karet Bangkir, Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu (8/11/2025). Dua dari tujuh mahasiswa tersebut terseret arus dan ditemukan meninggal dunia di bawah jembatan Bangkir dan Blok Gandok.

Sementara itu, Ato (53), ayah dari almarhum Muhammad Lana, mengaku telah mengikhlaskan kepergian anaknya.

“Semoga anakku Lana diberikan tempat terbaik di sisi Allah. Dia anak baik dan selalu punya semangat untuk meraih kesuksesan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin