Indramayu, Kabarnusa24.com
Bakal Calon Kuwu Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Wiyadi, menyampaikan kekecewaannya terkait hasil seleksi administrasi dan penilaian yang dilakukan panitia Pilwu. Ia menilai terdapat kejanggalan karena nilai yang sebelumnya berada pada posisi tertinggi, tiba-tiba berubah menjadi nilai terendah. Hal itu diungkapkannya pada Jumat (21/11/2025).
Menurut Wiyadi, sejumlah komponen penilaian yang seharusnya masuk dalam aspek kompetensi tidak sepenuhnya diakomodasi panitia. Salah satunya terkait pengalaman dirinya sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), yang menurutnya memiliki dasar hukum kuat sebagai bagian dari unsur pemerintahan desa.
“Saya pernah menjabat sebagai anggota BPD selama dua periode. Dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan peraturan turunannya, BPD merupakan bagian dari kelembagaan pemerintah desa. Tetapi mengapa pengalaman itu tidak dijadikan nilai? Ini jelas merugikan saya,” ujar Wiyadi.
Ia menjelaskan bahwa dirinya akan memperjuangkan haknya dengan melaporkan dugaan ketidaksesuaian penilaian tersebut ke panitia tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga DPRD. Bahkan, ia membuka kemungkinan membawa persoalan ini ke PTUN apabila tidak ada solusi yang jelas.
Selain itu, Wiyadi juga menyoroti belum adanya pengumuman resmi dari panitia meski nilai peserta sudah diketahui. Ia menyebut informasi mengenai bakal calon yang lolos seleksi justru berubah-ubah.
“Hari ini disebut si A lolos, besok berubah lagi jadi si B atau si C. Dari delapan bakal calon, informasi kelulusannya selalu gonta-ganti. Saya hanya ingin kejelasan. Panitia mengatakan proses ini rahasia, tapi kok informasi berubah terus seperti sudah ada yang diarahkan,” tegasnya.
Wiyadi menilai kondisi ini dapat menjadi preseden buruk bagi proses demokrasi di tingkat desa dan tidak memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat.
Di tempat terpisah, Arjaya selaku tim sukses Wiyadi juga meminta panitia Pilwu Desa Tinumpuk untuk memberikan penjelasan secara terbuka mengenai jalannya proses seleksi, mulai dari tahapan awal hingga penetapan calon tetap.
“Kami berharap panitia bisa memberikan keterangan resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia Pilwu Desa Tinumpuk belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.







