Indramayu, Kabarnusa24.com
Pemerintah Desa Bunder, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu menggelar kegiatan Rembuk Stunting melalui anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2025 sebagai upaya strategis untuk menekan angka stunting sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Kegiatan yang berlangsung di balai desa tersebut dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Widasari, perangkat desa, kader PKK, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta pendamping desa. Forum ini membahas evaluasi kondisi gizi balita di Desa Bunder serta penyusunan program kerja penanganan stunting untuk tahun anggaran 2025.

Salah satu bahasan utama dalam Rembuk Stunting adalah pemberian honor untuk kader PKK dan Posyandu sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat dan upaya pencegahan stunting di desa.
Kuwu Desa Bunder, Dedi, A.Md.Kep, menegaskan bahwa peran kader sangat vital dalam proses pendataan balita, pemantauan tumbuh kembang, penyuluhan gizi, hingga pendampingan ibu hamil dan ibu menyusui.

“Peran aktif kader sangat menentukan keberhasilan program kesehatan di desa. Pemberian honor ini diharapkan dapat meningkatkan semangat para kader dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” ujarnya. 9/12/2025
Dalam kesempatan tersebut, Kades Dedi juga menyampaikan bahwa pembangunan fisik desa, seperti peningkatan jalan, membutuhkan proses bertahap dan tidak bisa diselesaikan secara instan.
“Pembangunan jalan tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Untuk membangun desa secara merata diperlukan proses dan waktu. Kami terus berupaya agar pembangunan berjalan optimal,” tambahnya.

Pemerintah Desa Bunder menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan penggunaan Dana Desa agar tidak hanya mendukung pembangunan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mewujudkan Desa Bunder bebas stunting di tahun-tahun mendatang.
Dengan terselenggaranya Rembuk Stunting ini, Pemerintah Desa Bunder berharap kerja sama antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader PKK–Posyandu, dan masyarakat semakin kuat demi terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.







