Anggota DPR RI H Purnomosidi Berjanji akan Mengupayakan Gagasan Kepala Sekolah SMA Jendral Sudirman untuk Menjadikan Sekolah Atlet
Lumajang ,kabarnusa24 Com.Jumat,19/12/2025.Anggota Komisi X DPR RI H .M.Nur Purnamasidi mengatakan para siswa yang menempuh pendidikan di sekolah yayasan jendral Sudirman Lumajang membutuhkan perhatian serius soal eksistensisnya dalam pendidikan olahraga,karena siswa-siswi di SMA Jendral Sudirman kebanyakan atlet.
Ia mengatakan dua kepentingan ini kerap berbenturan, antara sekolah akademik dan sko ,sehingga menimbulkan masalah pendidikan bagi para siswanya sendiri. Hal tersebut disampaikannya usai kunjungannya di SMA Jendral Sudirman Lumajang.
“Permasalahan utama terletak pada kesinambungan pendidikan atlet dengan jadwal latihan dan pertandingan yang padat. Undang-Undang Keolahragaan Nasional serta Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) perlu menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan yang lebih komprehensif. Hal ini penting agar sistem pendidikan tidak berbenturan dengan kebutuhan atlet yang kerap harus mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dalam waktu lama,” kata Bang Pur .
Terkait hal itu, bang Pur mengapresiasi Pemerintah Lumajang harus menunjukkan komitmennya mendukung pendidikan keolahragaan. Salah satu bukti membangun serius menangani soal ini adalah keberadaan SKO di tingkat SMA.Gagasan dari kepala sekolah SMA Jendral Sudirman menhadi sekolah atlet nerupakan gafasa yang garus di laksanakan.
“Kehadiran sekolah ini menjadi best practice yang patut dicontoh, karena mampu mengintegrasikan pendidikan formal dengan pembinaan prestasi olahraga ,”ungkap banf Pur
Meski demikian, tantangan muncul ketika para siswa SKO harus melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi ,memang, sudah tersedia khusus olahraga. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya menjawab permasalahan yang ada.
Pemerintah kabupaten harus merespon positip dengan adanya gagasan itu .
Kondisi tersebut sering membuat para atlet berisiko tertinggal dalam akademik, bahkan ada yang terpaksa tidak naik kelas karena absen satu semester penuh.
Padahal, mereka sedang menjalankan tugas mulia untuk mengharumkan nama, daerah ,bangsa di kancah olahraga internasional. Situasi ini menimbulkan dilema, sebab hak pendidikan mereka seharusnya tidak boleh terabaikan.
Ke depan pemerintah kabupaten diharapkan mengambil langkah lebih serius menangani ,menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan atlet. Model pendidikan keolahragaan seperti yang telah di gagas jeoala sekolah SMA Jendral Sudirman.
Dengan sistem yang terintegrasi, para atlet dapat mengembangkan prestasi olahraga tanpa harus kehilangan haknya dalam memperoleh pendidikan yang layak.( D S)







