Indramayu, Kabarnusa24.com
Polsek Indramayu, Polres Indramayu, Polda Jawa Barat, melakukan penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan adanya seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, di Desa Telukagung Blok Bojong II RT 014 RW 005, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Minggu (4/1/2026).
Korban diketahui bernama Edi Suhaedi (49). Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.45 WIB.
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh anak tiri korban, Khusnul Khotimah, yang saat itu berada di dalam kamar. Saat keluar menuju ruang tengah, saksi mendapati korban dalam kondisi tergantung dan tidak bergerak.
Mengetahui hal tersebut, saksi kemudian memberitahukan kepada para tetangga, yakni Dul Rohman, Tarma, dan Rusdani. Para tetangga lalu masuk ke dalam rumah untuk memastikan kondisi korban.
“Setelah masuk ke dalam rumah, para saksi melihat korban dalam posisi tergantung dan sudah tidak bernyawa,” ujar AKP Tarno.
Menurut keterangan saksi, saat ditemukan, tangan korban masih berada di sekitar leher seolah mencoba melepaskan ikatan tali. Para tetangga kemudian berupaya memberikan pertolongan dengan melepaskan ikatan tersebut dan membawa korban ke RS MM Indramayu dengan harapan korban masih dapat diselamatkan.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dr. Bahrun, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa kembali ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Sekitar pukul 10.00 WIB, setelah menerima laporan dari masyarakat,
Polsek Indramayu yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Indramayu AKP Indrie Hapsari, S.H., mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan peristiwa tersebut. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Piket Siaga Polres Indramayu serta Unit Inafis guna melakukan olah TKP.
Dari hasil olah TKP, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, di antaranya tali tambang nilon berwarna putih sepanjang kurang lebih 3,1 meter yang terikat pada balok beton, serta sebuah drum plastik berwarna putih yang diduga digunakan sebagai pijakan. Pada leher korban juga ditemukan bekas jeratan.
Untuk memastikan penyebab kematian, dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh dr. Heppy Novlina, Kepala UPTD Puskesmas Plumbon, bersama tim Inafis Polres Indramayu.
Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun tajam, selain bekas jeratan di leher korban.
“Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa ini dengan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi,” terang AKP Tarno.
Lebih lanjut disampaikan, berdasarkan keterangan para saksi dan hasil pemeriksaan di lokasi, korban diduga mengalami tekanan psikologis. Korban diketahui sudah beberapa bulan tidak bekerja akibat kondisi fisik pascakecelakaan, serta menghadapi persoalan keluarga dan ekonomi. Bahkan, korban disebut pernah beberapa kali melakukan percobaan serupa yang berhasil digagalkan oleh warga.







