Daerah

Waspada Penipuan Reservasi Hotel di Bandung, Ketua Riung Priangan Imbau Tamu Gunakan OTA

8
×

Waspada Penipuan Reservasi Hotel di Bandung, Ketua Riung Priangan Imbau Tamu Gunakan OTA

Sebarkan artikel ini
Waspada Penipuan Reservasi Hotel di Bandung, Ketua Riung Priangan Imbau Tamu Gunakan OTA

Bandung- Asosiasi hotel yang tergabung dalam Riung Priangan mengingatkan masyarakat untuk lebihwaspada terhadap maraknya penipuan berkedok pemesanan kamar hotel di Kota Bandung.

Modus yang digunakan pelaku adalah mengarahkan calon tamu melakukan reservasi dan transfer pembayaran melalui WhatsApp ke rekening pribadi.

Ketua Riung Priangan (Asosiasi Hotel

Bintang 2-5 Kota Bandung dan Bandung

Raya) Arief Bonafianto menegaskan, saat

ini platform yang paling aman untuk

melakukan pemesanan kamar hotel

adalah melalui online travel agent (0TA).

la menambahkan, pelaku biasanya menyalin seluruh tampilan situs asli (copy-paste) sehingga terlihat sangat meyakinkan. Mulai dari foto kamar, logo hotel, hingga informasi fasilitas dibuat identik dengan situs resmi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Riung

Priangan mengimbau wisatawan, khususnya tamu dari luar daerah yang

hendak berkunjung ke Kota Bandung, agar melakukan pemesanan melalui platform OTA terpercaya.

“Platform tersebut memiliki aplikasi resmisehingga kemungkinan terjadinya

penipuan jauh lebih kecil,” tandasnya.

“Karena itu, kami perlumendeklarasikan

bahwa platform yang paling aman saat ini adalah melalui online travel agent (0TA).

Melalui OTA, transaksi langsung terhubung dengan aplikasi resmi mereka. Kalau viaWhatsApp, itu agak sulit dipastikanbkeamanannya,” ujar Arief, Jumat 13 Februari 2026.

la menjelaskan, pelaku biasanya menghubungi calon tamu dan mengarahkan proses booking dilakukan diluar sistem resmi hotel maupun OTA.

Calon tamu kemudian diminta mentransfer sejumlah uang ke rekening

tertentu dengan dalih sebagai pembayaran kamar. “Ya, jadi saat ini ada oknum yang mengarahkan calon tamu untuk melakukan booking dan transfer langsung ke rekening tertentu melalui WhatsApp. Ini tentu sangat berbahaya,” katanya.

Menurut Arief, setidaknya sudah ada tiga

hotel di Kota Bandung yang menerima

laporan dari tamu terkait klaim kerugian

akibat modus tersebut. Pihaknya pun

telah melaporkan kasus ini kepada

kepolisian serta Pemerintah Kota Bandung.

la menambahkan, Wali Kota Bandung

telah memberikan atensi khusus terhadap kasus ini dan meminta untuk menyebarluaskan informasi peringatan.

Arief mengungkapkan bahwa pelaku

menggunakan cara yang cukup canggih,

yakni membuat situs palsu yang

tampilannya sangat mirip dengan website resmi hotel. Bahkan, perbedaannya hanya pada satu huruf atau tanda kecil dalam alamat domain. Sebagai contoh, untuk Arion Suites HotelBandung yang memiliki alamat resmi www.arionsuiteshotel.com, pelaku

membuat situs serupa dengan sedikit

perubahan pada nama domain sehingga

sekilas terlihat sama.

“Perbedaannya sangat tipis dan sering

tidak disadari, apalagi oleh orang yang

sedang terburu-buru,” jelasnya.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin