Bandung- Asosiasi hotel yang tergabung dalam Riung Priangan mengingatkan masyarakat untuk lebihwaspada terhadap maraknya penipuan berkedok pemesanan kamar hotel di Kota Bandung.
Modus yang digunakan pelaku adalah mengarahkan calon tamu melakukan reservasi dan transfer pembayaran melalui WhatsApp ke rekening pribadi.
Ketua Riung Priangan (Asosiasi Hotel
Bintang 2-5 Kota Bandung dan Bandung
Raya) Arief Bonafianto menegaskan, saat
ini platform yang paling aman untuk
melakukan pemesanan kamar hotel
adalah melalui online travel agent (0TA).
la menambahkan, pelaku biasanya menyalin seluruh tampilan situs asli (copy-paste) sehingga terlihat sangat meyakinkan. Mulai dari foto kamar, logo hotel, hingga informasi fasilitas dibuat identik dengan situs resmi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Riung
Priangan mengimbau wisatawan, khususnya tamu dari luar daerah yang
hendak berkunjung ke Kota Bandung, agar melakukan pemesanan melalui platform OTA terpercaya.
“Platform tersebut memiliki aplikasi resmisehingga kemungkinan terjadinya
penipuan jauh lebih kecil,” tandasnya.
“Karena itu, kami perlumendeklarasikan
bahwa platform yang paling aman saat ini adalah melalui online travel agent (0TA).
Melalui OTA, transaksi langsung terhubung dengan aplikasi resmi mereka. Kalau viaWhatsApp, itu agak sulit dipastikanbkeamanannya,” ujar Arief, Jumat 13 Februari 2026.
la menjelaskan, pelaku biasanya menghubungi calon tamu dan mengarahkan proses booking dilakukan diluar sistem resmi hotel maupun OTA.
Calon tamu kemudian diminta mentransfer sejumlah uang ke rekening
tertentu dengan dalih sebagai pembayaran kamar. “Ya, jadi saat ini ada oknum yang mengarahkan calon tamu untuk melakukan booking dan transfer langsung ke rekening tertentu melalui WhatsApp. Ini tentu sangat berbahaya,” katanya.
Menurut Arief, setidaknya sudah ada tiga
hotel di Kota Bandung yang menerima
laporan dari tamu terkait klaim kerugian
akibat modus tersebut. Pihaknya pun
telah melaporkan kasus ini kepada
kepolisian serta Pemerintah Kota Bandung.
la menambahkan, Wali Kota Bandung
telah memberikan atensi khusus terhadap kasus ini dan meminta untuk menyebarluaskan informasi peringatan.
Arief mengungkapkan bahwa pelaku
menggunakan cara yang cukup canggih,
yakni membuat situs palsu yang
tampilannya sangat mirip dengan website resmi hotel. Bahkan, perbedaannya hanya pada satu huruf atau tanda kecil dalam alamat domain. Sebagai contoh, untuk Arion Suites HotelBandung yang memiliki alamat resmi www.arionsuiteshotel.com, pelaku
membuat situs serupa dengan sedikit
perubahan pada nama domain sehingga
sekilas terlihat sama.
“Perbedaannya sangat tipis dan sering
tidak disadari, apalagi oleh orang yang
sedang terburu-buru,” jelasnya.







