Daerah

“Gelontorkan Pangan Murah di Dome Rancaekek, Kang DN Ajak Masyarakat Mandiri Manfaatkan Lahan Pekarangan”

10
×

“Gelontorkan Pangan Murah di Dome Rancaekek, Kang DN Ajak Masyarakat Mandiri Manfaatkan Lahan Pekarangan”

Sebarkan artikel ini
"Gelontorkan Pangan Murah di Dome Rancaekek, Kang DN Ajak Masyarakat Mandiri Manfaatkan Lahan Pekarangan"

KAB. BANDUNG – Riuh antrean warga memadati Dome Rancaekek Kencana, Selasa (17/3/2026). Di tengah naik-turunnya harga kebutuhan pokok selama Ramadan, harapan itu hadir dalam bentuk sederhana: pangan murah yang bisa dijangkau semua kalangan.

Anggota Komisi IV DPR RI, H. Dadang M. Naser atau akrab disapa Kang DN, kembali “turun gunung” melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini digelar sebagai langkah konkret menstabilkan pasokan dan harga pangan, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung.

Bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung, Perum Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta berbagai mitra usaha, GPM menjadi salah satu jawaban atas kegelisahan masyarakat menghadapi lonjakan harga bahan pokok.

Di lokasi, ratusan hingga ribuan warga tampak antusias. Mereka berbondong-bondong berburu kebutuhan pokok dari beras, minyak, hingga daging dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding pasaran.

Tak hanya itu, Kang DN juga membagikan voucher senilai Rp20 ribu kepada warga. Kupon tersebut bisa digunakan langsung untuk berbelanja di lokasi GPM, membuat harga pangan menjadi semakin murah

“Gerakan ini kami lakukan dari awal hingga menjelang akhir Ramadan. Sudah beberapa titik kami gelar, karena memang kebutuhan masyarakat meningkat,” ujar Kang DN kepada awak media.

Menurutnya, GPM difokuskan pada stabilisasi 12 komoditas strategis, mulai dari beras, daging sapi, ayam, minyak goreng, hingga tepung terigu. Tujuannya jelas: menekan lonjakan harga agar tetap terkendali.

Untuk komoditas beras, pemerintah melalui Bulog menyediakan beras SPHP dengan harga Rp11.000 per kilogram. Sementara di pasaran, harga beras kualitas tertentu bisa mencapai Rp14.000 per kilogram.

Namun yang paling menyedot perhatian adalah harga daging sapi. Di tengah harga pasar yang menembus Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram, GPM menghadirkan daging dengan harga Rp120 ribu. Bahkan, dengan voucher, warga cukup membayar Rp100 ribu per kilogram.

“Ini bentuk intervensi agar harga tidak melonjak terlalu jauh. Kami ingin masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pangan dengan layak,” tegas Kang DN.

Meski demikian, ia mengingatkan pedagang agar tidak melayani pembelian dalam jumlah besar. Pengalaman di lokasi sebelumnya menunjukkan adanya pembelian hingga puluhan kilogram oleh oknum tertentu.

“Kami minta jangan melayani yang memborong. Prioritasnya masyarakat yang beli 1–2 kilogram untuk kebutuhan rumah tangga,” katanya.

Kang DN juga menegaskan bahwa GPM bukan untuk merusak mekanisme pasar, melainkan sebagai langkah penyeimbang agar harga tetap wajar.

Ia bahkan mengingatkan pedagang pasar agar tidak menjual dengan harga terlalu tinggi.

“Kalau terlalu mahal, kasihan masyarakat. Pemerintah sudah punya standar harga. Di negara maju, lonjakan harga seperti ini tidak terjadi,” ungkapnya.

Lebih jauh, mantan Bupati Bandung dua periode itu mengajak masyarakat untuk mulai mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan pekarangan.

“Tanam sayuran seperti cabai, tomat, atau pelihara ikan dan ayam di rumah. Ini penting agar kita tidak sepenuhnya bergantung pada pasar,” pesannya.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, GPM diharapkan mampu menjadi benteng bagi masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, khususnya di bulan suci Ramadan hingga menjelang Lebaran.**

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin