Daerah

Domino Bukan Judi, DPRD Lumajang Gagas Turnamen Edukatif Mulai 29 Maret 2026

52
×

Domino Bukan Judi, DPRD Lumajang Gagas Turnamen Edukatif Mulai 29 Maret 2026

Sebarkan artikel ini
Domino Bukan Judi, DPRD Lumajang Gagas Turnamen Edukatif Mulai 29 Maret 2026

Domino Bukan Judi, DPRD Lumajang Gagas Turnamen Edukatif Mulai 29 Maret 2026

 

LUMAJANG,kabarnusa24.Com.Selasa,24/3/2026 – Upaya mengubah stigma negatif terhadap permainan domino terus dilakukan. Anggota DPRD Kabupaten Lumajang dari Fraksi Partai Golkar, Mohammad Yusuf Efendi Igsan, menggagas penyelenggaraan turnamen domino yang akan mulai digelar pada 29 Maret 2026 mendatang.

 

Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan memiliki tujuan yang lebih luas, yakni mengedukasi masyarakat bahwa permainan domino dapat menjadi sarana hiburan sehat, mempererat silaturahmi, serta melatih konsentrasi dan strategi.

 

Menurut Yusuf Efendi Igsan, selama ini domino di Kabupaten Lumajang kerap disalahartikan dan identik dengan praktik perjudian. Padahal, jika dimainkan dengan aturan yang jelas dan tanpa unsur taruhan, domino merupakan permainan yang mengandung nilai sportivitas dan kecerdasan.

 

“Melalui turnamen ini, kami ingin meluruskan persepsi masyarakat. Domino bukan judi. Ini adalah permainan strategi yang bisa menjadi sarana kebersamaan dan hiburan positif,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, penyelenggaraan lomba domino ini akan dilakukan secara profesional dengan sistem pertandingan yang transparan serta tanpa melibatkan unsur taruhan dalam bentuk apa pun. Panitia juga akan memastikan seluruh peserta mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

 

Lebih lanjut, kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan minat dan bakat dalam permainan yang mengasah kemampuan berpikir. Selain itu, turnamen ini juga diharapkan mampu mendorong terciptanya ruang-ruang interaksi sosial yang sehat di tengah masyarakat.

 

Dari sisi visi, pertandingan domino ini diharapkan dapat menjadi agenda positif yang berkelanjutan di Kabupaten Lumajang. Ke depan, domino diharapkan tidak lagi dipandang sebagai aktivitas negatif, melainkan sebagai olahraga rekreasi yang edukatif, kompetitif, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

 

Dengan adanya turnamen ini, stigma lama yang melekat di masyarakat diharapkan perlahan dapat terhapus. Domino bukanlah judi, melainkan bagian dari permainan rakyat yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang bermanfaat dan bermartabat.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin