Ketua STIH Jenderal Sudirman Lumajang Targetkan Kampus Semakin Unggul dan Berdaya Saing
Lumajang ,kabarnusa24.Com.Sabtu,11/4/2026— Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Jenderal Sudirman Lumajang, Dr. Jati Nugroho, S.H., M.Hum., menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kemajuan institusi melalui peningkatan kualitas akademik, sumber daya manusia, serta daya saing kampus di tingkat regional maupun nasional.Acara ini terselenggara di Kampus STIH , Jalan Mahakam No. 7, Jogotrunan, Kec. Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Dalam penyampaiannya, Jati Nugroho mengungkapkan bahwa kepemimpinannya yang dimulai sejak 17 April 2022 menjadi pijakan penting dalam menyusun arah pengembangan kampus hingga empat tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya perencanaan berbasis roadmap yang jelas serta keberanian untuk bermimpi besar.
“Semua berawal dari mimpi. Kita harus berani bermimpi, kemudian diwujudkan dengan tindakan nyata,” ujarnya.
Selama masa kepemimpinannya, STIH Jenderal Sudirman Lumajang mengalami pertumbuhan signifikan, terutama dari sisi jumlah mahasiswa. Jika sebelumnya jumlah mahasiswa berada di kisaran 200 orang, kini telah meningkat menjadi lebih dari 600 mahasiswa. Bahkan, sekitar 65 persen di antaranya merupakan penerima berbagai program beasiswa.
Untuk tahun 2026, pihaknya menargetkan penambahan mahasiswa baru minimal 150 hingga 200 orang guna memperkuat total mahasiswa menjadi sekitar 700–800 orang. Target tersebut didukung oleh berbagai sumber beasiswa, termasuk program KIP Kuliah dan skema lainnya.
Selain itu, Jati juga menyoroti pentingnya regenerasi dosen. Menurutnya, komposisi tenaga pengajar harus seimbang antara dosen senior dan dosen muda agar keberlanjutan institusi tetap terjaga.
“Kita siapkan pelapisan dosen dari berbagai usia, mulai dari 30 hingga 60 tahun. Yang senior berbagi pengalaman, sementara yang muda menjadi motor penggerak,” katanya.
Dari sisi kualitas institusi, STIH Jenderal Sudirman Lumajang saat ini telah meraih akreditasi “Baik Sekali”, baik pada tingkat institusi maupun program studi. Capaian ini berdampak positif terhadap peningkatan kepercayaan masyarakat dan akses pendanaan pendidikan.
Tak hanya itu, pihak kampus juga terus mendorong peningkatan kualifikasi dosen melalui studi lanjut hingga jenjang doktor (S3), serta produktivitas akademik seperti publikasi jurnal ilmiah dan penulisan buku.
Jati menegaskan bahwa seluruh dosen ditargetkan aktif dalam publikasi ilmiah guna mendukung peningkatan jabatan akademik. Ia optimistis dalam beberapa tahun ke depan, kualitas SDM kampus akan semakin merata dan kompetitif.
Di bidang kerja sama, STIH Jenderal Sudirman Lumajang juga mulai memperluas jaringan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ke depan, mahasiswa diharapkan dapat terlibat dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat hingga ke luar negeri.
“Kolaborasi menjadi kunci. Kita ingin kampus ini semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Jati mengajak seluruh civitas akademika untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam memajukan kampus.
“Dengan kerja sama, komitmen, dan semangat yang sama, saya yakin STIH Jenderal Sudirman Lumajang akan semakin unggul dan berjaya di masa depan,” katanya.(D.S)







