Oleh : R. Wempy Syamkarya S.H M.H (Pengamat Kebijakan Publik dan Politik)
Kasus Sritex, menjadi perhatian publik daerah maupun Nasional!
Karena menyangkut uang negara gede + bank daerah.
“Duduk Perkara Kridit Macet Sritex Rp 3,5 T”
Berdasarkan data Kejagung per Oktober 2024, total tagihan Sritex yang macet Rp 3,5 triliun, rinciannya :
fc 87
Kreditur Nilai Status
– Bank BJB : Rp 543,9 Miliar Macet
– Bank DKI : Rp 149Miliar
Macet
– Bank Jateng : Rp 395,6 Miliar
Macet
– Sindikasi BNI, BRI, LPEI : Rp 2,5 Triliun Macet
Total : Rp 3,5 Triliun.
Kerugian negara yang dihitung BPK dari Bank BJB + Bank DKI saja = Rp 692 miliar fc 87.
Sebanyak 3 Tersangka yang sudah ditetapkan Kejagung 22 Mei 2025 :
1. Iwan Setiawan Lukminto – Mantan Dirut PT Sritex.
2. Pejabat Bank – belum disebut nama, tapi dari prosesnya yang kasih kridit.
3. Pihak eksternal lain – terkait dugaan dokumen fiktif FC 87.
Modus yang disangkakan :
Pengajuan Kridit pakai dokumen fiktif + dana dialihkan di luar perjanjian.
Kridit dikucurkan 2013 – 2021 fv 87
“Kedudukan Mantan Gubernur Jawa Barat”.
Faktanya sampai hari ini, 18 April 2026 : Belum ada mantan Gubernur Jabar yang jadi tersangka atau saksi resmi di kasus ini.
Tapi kenapa namanya sering dikaitkan publik ?
1. Posisi ex- officio : Gubernur Jabar adalah Pemegang Saham Pengendali + Kuasa Pemegang Saham di Bank BJB. secara struktur, Gubernur punya wakil di RUPS dan bisa mempengaruhi kebijakan bank lewat komisaris.
2. Periode Kredit 2013 – 2021 : Rentang ini masuk era 2 Gubernur Ahmad Heriawan 2008- 2018 dan Ridwan Kamil 2018-2023. Kredit BJB ke Sritex Rp 543,9 M dikucurkan dalam periode itu.
3. Kewenangan : Gubernur tidak ikut tanda tangan Kridit. Tapi kalau ada arahan ” atau restu ” informal ke Direksi BJB, itu yang biasanya dibidik Kejagung dalam pasal 55 KUHP turut serta.
Catatan penting : Sampai sekarang Kejagung belum mengumumkan keterlibatan gubernur. Yang dibidik barulevel direksi/ pejabat bank yang proses & cairin Kridit. Kalau nanti ditemukan bukti perintah/ permufakatan jahat, status bisa naikTapi per hari ini = tidak ada keterlibatan hukum formal.fc87.
3.Keterlibatan Bank BJB
Bank BJB jelas terlibat langsung karena :
1. Kreditur Rp 543,9M- terbesar kedua setalah sindikasi BUMN.
2. Kerugian negara Rp 692 M dihitung dari BJB + Bank DKI. Artinya porsi BJB sekitar Rp 500M- an.
3. Pejabat BJB masuk tersangka – Kejagung menyebut” pejabat bank ikut jadi tersangka bareng Dirut Sritex. Kemungkinan besar dari BJB / DKI karena 2 bank daerah ini yang rugianya dihitung BPK. fc 87.
Dugaan pelanggaran di BJB. :
1. Analisis Kridit lemah : kasih kridit Rp 543,9 M tapi agunan / jaminan ga nutup”.
2. Dokumen fiktif lolos : Laporan keuangan / proyeksi Sritex yang diduga mark up tetap disetujui.
3. Pengawasan internal jebol : Dana cair 2013- 2021, tapi macet baru ketahuan pas Sritex pailit 2024.fc 87.
4. Kesimpulan rinci :
Pihak Status Hukum per Apr 2026 Bentuk keterlibatan potensi selanjutnya.
Sebanyak 3 Tersangka Sudah ada : Dirut Sritex + pejabat bank + pihak internal Eksekutor Kridit fiktif & pencairan Sidang. Bisa berkembang ke TPPU.
– Bank BJB Institusi dirugikan Rp 543,9 M. Oknum pejabatnya tersangka Pemberi Kridit yang diduga lalai / melawan hukum Dirut / Komisaris BJB era 2013 – 2021 bisa dipanggil saksi
– Mantan Gubernur Jabar.
– Belum terseret. Tidak ada status hukum Pemegang saham pengendali BJB saat Kridit dikucurkan bisa dipanggil saksi kalau ada bukti arahan”. Tanpa bukti aman.
Jadi garis besarnya :
Yang jelas salah sekarang = Sritex+ oknum pejabat bank yang cairin kredit. Bank BJB korban sekaligus institusi yang jebol SOP – nya. Mantan Gubernur Jabar secara jabatan pasti kesenggol ” opini publik, tapi secara hukum belum ada bukti keterlibatan sampai detik ini.
Kejagung masih dalami aliran dana Rp 3,5 T. Kalau ada yang lari ke politik / bansos / pemilu, baru nama mana pejabat daerah bisa masuk.
1. Update Konstruksi kasus Per Mei 2025 – Apr 2026
Sudah 3 Tersangka Resmi Kejagung sejak 22 Mei 2025 :
– Iwan Setiawan Lukminto – Mantan Dirut PT Sritex. Peran : ajukan kredit pakai dokumen fiktif, alihkan dana.
– Dckiy Syahbandinata – Mantan Direktur kepatuhan & Manajemen Risiko Bank DKI peran : Setujui pencairan tanpa analisis risiko memadai ini yang dimaksud ” pejabat bank”.
– Zainuddin Mappa – Pihak swasta / eksternal, peran : bantu rekayasa dokumen & jadi perantara dana.
Total kerugian negara yang dijadikan dakwaan : Rp 692 miliar, khusus dari Bank BJB + Bank DKI. Yang Rp 2,8 T sisanya dari BNI, BRI, LPEI, Jateng belum dihitung sebagai kerugian negara karena masih proses audit.
2. Bedah Keterlibatan Bank BJB – Lebih Teknis
Kenapa BJB kena Rp 543,9M ?
Kridit dikucurkan berharap 2016 – 2021. Temuan BPK & Kejagung:
Dugaan Pelanggaran BJB
Penjelasan
– Analisis 5C Gagal.
– Character ,Capacity, Capital Sritex jelek sejak 2016, tapi Kridit tetap jalan.
– Agunan Tak Cover, Nilai agunan cuma Rp 200 M,Kridit dikasih Rp 543,9 M. Selisih Rp 343,9 M= unsecured.
Pelanggan BPK, Batas Maks Pemberian Kridit dilanggar. Kridit ke 1 grup Sritex > 20% modal BJB.
Restrukturisasi Abal-abal. 2020 – 2021Sritex gagal bayar, BJB malah kasih restrukturisasi + tambah plafon.
Saksinya : OJK
Sudah jatuhkan sanksi administratif ke BJB 2024. Level direksi BJB 2016 – 2021 rawan jadi tersangka selanjutnya karena “turut serta” Pasal 55 KUHP.
Semoga saja ini dapat menjadi pengetahuan publik masyarakat, sebagai pembelajaran yang terang benderang, terutama pada unsur yang terkait, semoga bermanfaat dan berguna sebanyak banyaknya bagi umat manusia.







