Pemerintah Kota Bandung, dalam hal ini otoritas kebijakan Walikota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan peryataan ” terhadap situasi kondisi kota Bandung, prihal solusi kemacetan, melalui sistem Charter” !!
Dari hasil pengamatan dan analisis, apa yang di ungkapkan Farhan, tentunya menjadi perhatian dan sorotan tajam publik Kota Bandung saat ini. Mari kita buktikan berdasarkan akurasi data yang sesungguhnya, agar tidak gagal paham dalam mengartikannya.
Kita simulasi pake data eksisting Bandung biar kebayang dampaknya.
Simulasi : Klau 30% Angkot Bandung jadi Feeder Charter
Data Dasar Bandung 2026 :
1. Penduduk : 2,6 juta jiwa
Kendaraan pribadi : 2,3 juta unit motor + mobil.
2. Jumlah angkot aktif : 5.500 unit, trayek 39 rute .Data Dishub 2024.
3. Okupansi angkot sekarang: rata – rata cuma 3-4 orang per trip karena kalah sama ojol.Padahal kapasitas 12 seat.
4. Trip angkot / hari : rata – rata banyak muter kosong.
Skenario Simulasi : 30%
Angkot = Feeder Charter.
Asumsi yang dipakai :
1. 30%X 5.500=1.650 unit angkot diubah jadi Feeder Charter ” khusus kompleks/ sekolah / kantor ke halte BRT /TMB.
2. Sistem Charter: 1 angkot melayani 2 rit pagi + 2 rit sore, isinya rombongan. Okupansi naik jadi 10 orang /rit karena booking.
3. Target pengguna Charter : orang yang tadinya bawa motor/mobil sendiri.
Hitungannya:
Komponen angka penjelasan
Total trip charter/ hari * 1.650 unit x 4 rit = 6.600 rit Pagi 2x sore 2x.
– Orang diangkut charter/ hari. 6.600 rit x 10 orang =66.000 orang.
– Motor / mobil off the street. Asumsi 80% pengguna charter tadinya naik motor sendiri = 066.000x 0,8 = 52.800 unit, 20% sisanya tadinya nebeng /naik ojol.
– Pengurangan beban jalan 52.800/2.300.000= 2,3% Kendaraan pribadi berkurang 2,3% saar jam sibuk.
– Dampak ke kecepatan
Studi ITPD : Kurang 1% kendaraan di jam puncak = naik kecepatan 3-4%.*2,3% turun = kecepatan naik 8-9%.
Efek berantai :
1. Angkot 70% sisa : kalau 3.850 angkot sisanya tetap pake trayek lama,mereka tetap ngetem & bikin macet. Harus diremajakan juga jadi BRT Feeder reguler.
2. Emisi : 52.800 motor off= turun 63ton CO2/hari kalau rata-rata motor 10km /hari.
3.Pendapatan sopir: Charter rombongan Rp 100 rb/rit x 4= Rp 400rb/hari.Lebih pasti dari pada ngetem seharian Rp 150rb.
Kesimpulan Analisis dari Simulasi
1. Relevan tapi ga cukup : Usulan Farhan ” charter bisa ngurangi 2,3% kendaraan & baikin kecepatan 8-9% kalau 1.650 angkot jalan .Lumayan,tapi ga berasa kalau yang 2,24juta motor /mobil sisanya tetap turun.
2. Kunci kombinasi : Dampak bakal 3xlopat kalau dibarengin:
BRT jalur steril biar66.000 orang tadi ga pindah ke BRT yang ikut macet juga.
– Ganjil genap Dago- Pasteur biar 10% mobil ga keluar sekalian=0230.000 unit off.
– Sterilisasi angkot ngetem: 70% angkot sisa wajib masuk terminal ,ga boleh ngetem di Dago/ Riau .
3. Risiko kalau cuma charter: 1.650 angkot semua mangkal di PVJ/ Cihampelas nunggu order = macet baru.
Harus ada zona charter & aplikasi Dishub yang atur .
Jadi rekomendasi final untuk Walikota Bandung Muhammad Farhan, Pak Wali, gas sistem charter tapi khusus feeder ke BRT & sekolah .Kuota 30% dulu.Bersamaan itu wajibkan Jalur BRT steril+ganjil genap+parkir mahal. Kalau charter saja tanpa tongkat & wortel,macet cuma ganti pemain dari angkot ke mobil charter.
Dari pertanyaan Walikota Muhammad Farhan, dia mau bongkar total sistem trayek angkot karena dianggap biang kerok kalah saing sama ojol 5139.
Sistem trayek sekarang: Angkot cuma boleh lewat jalur tetap A-B-C. Ngetem lama, putar kosong, penumpang dikit tetap jalan.
Sistem Charter yang diusulkan : Angkot jadi kayak taksi online. Ga terikat trayek, bisa jemput – antar sesuai permintaan, trip borongan / charter,berbasis aplikasi.
Tujuan biar angkot fleksibel,ga muter kosong, bisa nyater ” rombongan kantor / sekolah / wisata,jadi kompetitif lawan ojol.
INFOGRAFIS: ANGKOT CHARTER VS MACET BANDUNG
“Charter Boleh, Tapi Jagan Sendirian”
1. DATA BIANG KEROK MACET BANDUNG 2026
Penduduk kendaraan Pribadi Angkot Aktif2,6 juta Jiwa 2,3juta Unit kurang lebih 5.500 Unit
( 1494507096196996642)
Masalah : Rasio hampir 1:1
Transportasi umum “jelek sekal” bikin warga pilih motor /mobil.
2. USULAN WALIKOTA ANGKOT SISTEM CHARTER TRAYEK lama = Rute kaku ,ngetem lama, muter kosong ,kalah sama ojol.
Charter Baru = Fleksibel,booking rombongan,jemput-putar, tanpa trayek tetap.
Tujuan Walikota: Biar angkot bisa saing lawan ojol/ taksi online yang basisnya charter.
Catatan penting!!
Semua dikembalikan pada publik kota Bandung, juga masyarakat pengguna kendaraan bermotor maupun mobil ,serta pengguna masyarakat naik angkot. Apakah yang diusulkan Farhan efisien atau memudahkan alur kendaraan?.
Semoga bahan tulisan ini menjadi, bahasan penting para kepentingan yang terkait. Agenda Wali Kota jika di anggap positif dan tidak merugikan masyarakat,perlu didukung .Agar Kota Bandung, lebih baik lagi ke depan.
Oleh : PENGAMAT KEBIJAKAN PUBLIK DAN POLITIK.
R. WEMPY SYAMKARYA.S.H.M.H.







