DaerahPolitik

Ratusan Buruh Indramayu Gelar Aksi Pra May Day, Soroti Upah, Outsourcing, hingga Layanan Kesehatan

7
×

Ratusan Buruh Indramayu Gelar Aksi Pra May Day, Soroti Upah, Outsourcing, hingga Layanan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Ratusan Buruh Indramayu Gelar Aksi Pra May Day, Soroti Upah, Outsourcing, hingga Layanan Kesehatan

 

Indramayu, Kabarnusa24.com

Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi GASBUMI FSBMigas KASBI Kabupaten Indramayu bersama pekerja PT Sun Bright Lestari menggelar aksi damai bertajuk “Pra May Day” dalam rangka menyambut Hari Buruh Sedunia, Kamis (23/4/2026).

Aksi yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini diisi dengan penyampaian aspirasi di sejumlah titik strategis, sebelum akhirnya ditutup dengan audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Massa aksi memulai pergerakan dari Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Balongan sekitar pukul 08.30 WIB dengan pengawalan aparat kepolisian. Konvoi kemudian melintasi sejumlah lokasi vital, di antaranya Kilang Pertamina Internasional RU VI Balongan, Komplek Perumahan Bumi Patra, Kantor Dinas Tenaga Kerja, hingga berakhir di Kantor Bupati Indramayu.

Sepanjang aksi, para buruh secara bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti berbagai persoalan ketenagakerjaan. Mereka menuntut perlindungan hak pekerja, kepastian kerja, serta menolak sistem kerja kontrak dan outsourcing.

Selain itu, massa juga mendesak peningkatan upah yang layak, penghentian praktik pemberangusan serikat pekerja (union busting), perlindungan bagi buruh perempuan dan pekerja migran, serta perbaikan layanan jaminan kesehatan dan fasilitas rumah sakit.

Setibanya di Kantor Bupati Indramayu sekitar pukul 13.48 WIB, perwakilan buruh diterima untuk melakukan audiensi dengan jajaran pemerintah daerah. Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja Indramayu, Plt Kasatpol PP dan Damkar, perwakilan direktur rumah sakit daerah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Indramayu, serta manajemen PT Sun Bright Lestari.

Dalam audiensi itu, mengemuka sejumlah persoalan mendesak, di antaranya dugaan ketidaksesuaian pembayaran upah lembur yang memicu kekecewaan pekerja. Dinas Tenaga Kerja Indramayu berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap pemenuhan hak pekerja.

Sementara itu, pihak manajemen perusahaan menyatakan siap melakukan evaluasi internal. Terkait keluhan prosedur klaim BPJS Kesehatan yang dinilai rumit serta adanya pembebanan biaya tambahan, pihak BPJS Kesehatan berkomitmen untuk mengevaluasi sistem pelayanan agar tidak memberatkan peserta.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin