DEPOK, KABARNUSA24.COM || Kota Depok mempunyai proyek infrastruktur strategis untuk meningkatkan mobilitas dan kenyamanan warga Kota Depok pada tahun 2023.
Pada rencana tersebut dengan menggunakan APBD 2023 sebesar Rp 23,5 miliar untuk penataan trotoar sepanjang 4,8 km di Jalan Raya Margonda dan menambahkan lampu penerangan jalan umum (PJU) etnik di atas trotoar yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sejak pada tahun 2023.
Namun, dari amantan Wartawan dilapangan, Rabu (06/05/26) sejumlah pondasi saat ini belum rampung terpasang oleh lampu penerangan jalan umum atau Lampu Hias Etnik.
Menanggapi hal tersebut tokoh masyarakat atau dikenal Pengamat Kebijakan Publik dan Sosial Ley Bolon menegaskan masih banyak persoalan di Kota Depok mendasar yang belum terselesaikan, seperti infrastruktur proyek lampu hias etnik setengah jalan Margonda Raya belum rampung terpasang.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa upaya penanganan berbagai sektor strategis tersebut belum berjalan optimal dan perlu evaluasi menyeluruh lintas lembaga.
“Permasalahan ini belum tuntas dan harus menjadi perhatian serius bersama. Diusia HUT Kota Depok ke 27 kondisi proyek lampu PJU etnik di Margonda Raya masih tersisa belum tuntas. Heran saja sejak pergantian Walikota Kota Depok dan pergantian Kepala Dinas PUPR, proyek itu belum tuntas dipasang lampu hias etnik nya” ujarnya.
Ia menilai, perencanaan dan pelaksanaan teknis jauh dari harapan masyarakat yang ingin infrastruktur lebih baik. “Hasilnya belum bisa dirasakan masyarakat dan ada keanehan setengah jalan Margonda Raya yang belum terpasang nya lampu hias etnik tersebut.” ujarnya.
Ia menyoroti lemahnya sinergi antar pemangku kepentingan yang berpotensi membuat program tidak efektif. Ia mengingatkan, tanpa koordinasi yang kuat, pembangunan justru pemborosan atau mubazir buang anggaran dan stagnasi capaian.
“Kalau tidak ada koordinasi yang baik, akan terjadi pemborosan energi, mubazir biaya anggaran 2023 terbuang, dan program yang tidak sejalan. Sasarannya itu-itu saja, tidak ada perkembangan signifikan,” ujarnya.
Masyarakat kini menanti kejelasan dan transparansi dari pihak terkait, sekaligus berharap agar proyek yang telah menyedot anggaran besar itu segera dapat difungsikan sesuai tujuan awalnya.(Rizky Tile)







