DaerahKriminal

Pria Asal Turki Datangi Indramayu Cari Istri dan Anak yang Diduga Dibawa Saat Jalani Wajib Militer

6
×

Pria Asal Turki Datangi Indramayu Cari Istri dan Anak yang Diduga Dibawa Saat Jalani Wajib Militer

Sebarkan artikel ini
Pria Asal Turki Datangi Indramayu Cari Istri dan Anak yang Diduga Dibawa Saat Jalani Wajib Militer

 

Indramayu, Kabarnusa24.com

Seorang pria asal Turki bernama Muhammed menempuh perjalanan jauh ke Indonesia untuk mencari keberadaan istri dan anak kandungnya yang diduga dibawa tanpa pemberitahuan saat dirinya menjalani wajib militer di negaranya.

Muhammed diketahui menikah secara resmi dengan perempuan berinisial SA, warga Desa Tempel, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pernikahan keduanya berlangsung di Turki dan disebut telah tercatat serta diakui secara sah oleh pemerintah setempat.

Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai seorang anak laki-laki yang kini berusia sekitar satu tahun. Namun dalam perjalanan rumah tangga mereka, hubungan Muhammed dan SA dikabarkan kerap diwarnai perselisihan.

Menurut pengakuan Muhammed, saat dirinya menjalani wajib militer, SA meninggalkan rumah dan membawa anak mereka ke Indonesia tanpa izin maupun pemberitahuan kepada dirinya dan keluarga.

“Memang saya pernah marah dengan dia, tapi di hati saya tidak ada keinginan untuk berpisah,” ujar Muhammed kepada Demokratis, 22 April 2026.

Muhammed mengaku panik setelah kehilangan kontak dengan istrinya. Seluruh komunikasi disebut terputus dan akun media sosial SA juga tidak dapat lagi diakses.

“Semua media sosial saya diblokir. Saya bingung dan khawatir ke mana dia pergi selama ini,” katanya.

Dalam keterbatasan informasi, Muhammed mencoba menelusuri berbagai petunjuk melalui data digital yang masih bisa ia akses. Dari penelusuran itu, ia akhirnya mengetahui bahwa istrinya berasal dari Kabupaten Indramayu.

Berbekal informasi tersebut, Muhammed memutuskan datang langsung ke Indonesia untuk mencari keberadaan istri dan anaknya.

Namun setibanya di Desa Tempel, Muhammed dikabarkan mengalami kesulitan untuk bertemu dengan anak kandungnya. Pihak keluarga SA disebut belum memperlihatkan anak tersebut kepada Muhammed.

Di tengah upayanya mencari kepastian, Muhammed juga memperoleh informasi bahwa SA saat ini berada di Uni Emirat Arab dan bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW).

Kondisi itu membuat Muhammed semakin khawatir terhadap tumbuh kembang anaknya yang kini diasuh oleh kakek dan nenek dari pihak ibu. Ia menilai terdapat perbedaan budaya dan pola pengasuhan antara Indonesia dan Turki.

Muhammed mengaku ingin membawa anaknya kembali ke Turki agar dapat diasuh langsung olehnya sebagai ayah kandung. Namun upaya tersebut dikabarkan menemui berbagai hambatan.

Muhammed bahkan sempat berhadapan dengan sejumlah warga dan pihak Pemerintah Desa Tempel hingga akhirnya dibawa ke Polres Indramayu untuk dimintai keterangan.

Saat berada di kantor kepolisian, Muhammed juga mengalami kendala komunikasi karena keterbatasan bahasa sehingga proses penyampaian maksud dan keinginannya belum berjalan maksimal.

Hingga kini, persoalan tersebut belum menemukan titik terang. Muhammed masih berharap dapat bertemu dan memperoleh haknya sebagai ayah kandung, sementara pihak keluarga SA belum memberikan penjelasan secara terbuka terkait persoalan tersebut.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin