Indramayu, Kabarnusa24.com
PT Pupuk Kujang memastikan stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Indramayu dalam kondisi aman guna memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam tahun ini.
Berdasarkan data per 6 Mei 2026, stok pupuk Urea di Kabupaten Indramayu tercatat mencapai 1.516,40 ton. Jumlah tersebut menjadi bagian dari total stok pupuk bersubsidi yang disiagakan di wilayah Pantura Jawa Barat.
Direktur Operasi dan Produksi PT Pupuk Kujang, Arlyza Eka Wijayanti, mengatakan keandalan pasokan energi dan gas bumi menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran produksi pupuk untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
“Keandalan pasokan energi dan gas bumi adalah kunci utama dalam menjaga mandat ketahanan pangan. Dengan stabilitas energi yang terjaga, kami dapat mengoptimalkan kapasitas produksi pabrik guna memastikan kebutuhan petani di lapangan senantiasa terpenuhi,” ujar Arlyza.
Selain Indramayu, distribusi pupuk bersubsidi di wilayah Pantura juga mencakup sejumlah daerah lainnya. Di Kabupaten Subang, stok Urea mencapai 1.479,9 ton dan NPK 206,45 ton. Sementara di Karawang, stok Urea tercatat 794 ton dan NPK 261,5 ton.
Secara keseluruhan, stok pupuk bersubsidi yang disiagakan di wilayah Pantura Jawa Barat mencapai 4.258 ton, terdiri dari 3.790 ton Urea dan 467,9 ton NPK.
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Priangan Timur. Total stok pupuk Urea di wilayah tersebut mencapai 6.204 ton yang tersebar di Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, hingga Pangandaran.
“Di wilayah Garut tersedia 2.505 ton, Tasikmalaya 1.432,7 ton, Ciamis 438 ton, Banjar 1.487,5 ton, dan Pangandaran 340 ton,” jelasnya.
Secara keseluruhan, stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat mencapai 26.998 ton, terdiri dari 23.982 ton Urea dan 3.015,8 ton NPK.
Pupuk Kujang juga terus memperkuat produksi dan distribusi pupuk seiring upaya perusahaan dalam pengembangan Blue Ammonia dan penjajakan Green Ammonia sebagai bagian dari strategi ketahanan energi serta industri hijau nasional.
Menurut Arlyza, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas pangan nasional melalui pasokan pupuk yang berkelanjutan dan tepat sasaran bagi petani. 16/5/2026






