TARUTUNG —Kabarnusa24.com)Kamis, 28 Mei 2026, aroma busuk dugaan penyelewengan anggaran di lingkungan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung mulai menyeruak ke permukaan. Deretan proyek bernilai miliaran rupiah yang bersumber dari APBN kini menjadi sorotan tajam publik setelah pihak kampus memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media.
Sikap diam Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Rektor IAKN Tarutung justru memantik kecurigaan baru. Publik menilai, kebisuan tersebut bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan diduga menjadi sinyal adanya sesuatu yang sengaja disembunyikan dari pengawasan masyarakat.
Berdasarkan data yang diperoleh awak media, terdapat sejumlah paket pengadaan dengan nilai fantastis di Tahun Anggaran 2025. Mulai dari pengadaan jasa cleaning service sebesar Rp842.556.000, jasa security/satpam Rp758.264.000, hingga sewa kendaraan dinas rektorat yang menembus angka Rp1.180.080.000.
Belum lagi proyek renovasi Gedung Ruang Kuliah Kampus 2 yang menghabiskan Rp1,6 miliar uang negara. Ironisnya, proyek tersebut masih dibarengi tambahan anggaran jasa konsultan perencana Rp80 juta dan jasa konsultan pengawas Rp100 juta yang kini ikut dipertanyakan publik.
Tak berhenti di situ, sejumlah belanja rapat, bahan evaluasi anggaran, hingga sosialisasi penyusunan anggaran dengan nilai puluhan juta rupiah juga dinilai sarat pemborosan dan diduga hanya menjadi modus menguras APBN secara sistematis.
Kemarahan publik makin memuncak setelah awak media secara resmi mengirimkan surat konfirmasi tertulis kepada PPK melalui pesan WhatsApp. Namun bukannya memberikan penjelasan terbuka, pejabat terkait justru memilih diam seribu bahasa.
Upaya konfirmasi kedua kembali dilayangkan langsung kepada Rektor IAKN Tarutung melalui pesan WhatsApp resmi. Hasilnya tetap nihil. Tidak ada jawaban, tidak ada klarifikasi, dan tidak ada itikad transparansi kepada publik.
Sikap tertutup tersebut dinilai memperkuat dugaan adanya praktik tidak beres dalam pengelolaan anggaran kampus. Sejumlah masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan bahkan menyebut dugaan permainan proyek di lingkungan IAKN Tarutung sudah lama menjadi pembicaraan internal.
BACA JUGA: *Resmikan Ekshibisi Tanah Ulayat, Menteri AHY Harap Dapat Satukan Visi Sukseskan Pendaftaran Tanah Ulayat di Indonesia dan ASEAN* Bandung - Mengawali rangkaian International Meeting on Best Practices of Ulayat Land Registration in Indonesia and ASEAN Countries, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan Ekshibisi Tanah Ulayat yang digelar di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Rabu (04/09/2024). "Kita sama-sama melihat ekshibisi atau pameran dari stakeholders untuk menyatukan visi dan semangat kita menyukseskan program registrasi tanah ulayat yang ada di Indonesia dan juga di ASEAN countries," kata Menteri AHY dalam sambutannya. Ekshibisi yang berlangsung selama empat hari ini diikuti sejumlah perwakilan Masyarakat Hukum Adat. Beberapa di antaranya perwakilan Masyarakat Hukum Adat Baduy, Kampung Naga, Dayak Iban Sungai Itik, Dayak Menua Kulan, Dayak Sami, Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tanjung Bonai, Mukim Siem, Mukim Seulimeum, Kota Sungai Penuh, dan Desa Adat Asah Duren. Diharapkan, momen ini menjadi kesempatan bagi Masyarakat Hukum Adat di Indonesia untuk dapat menunjukkan keragaman budaya yang mereka miliki. Hal ini juga sebagai sarana agar Kementerian ATR/BPN di setiap wilayah dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk bisa membantu menyosialisasikan dan membantu pelaksanaan pendaftaran tanah ulayatnya. Usai meresmikan ekshibisi, Menteri AHY meninjau stan pameran dari masing-masing daerah. Ia pun disambut meriah oleh penampilan budaya dari Suku Baduy hingga Papua. Sembari berdialog dengan para peserta, Menteri AHY melihat berbagai produk yang dihasilkan dari setiap suku. Peninjauan ekshibisi diakhiri Menteri AHY dengan menandatangani lukisan yang merupakan cover dari Buku "Cerita Tanah Ulayat Hari Ini" yang ditulis oleh tim Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (Ditjen PHPT). Hadir dalam kesempatan ini, sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN. Hadir pula, perwakilan Duta Besar negara-negara ASEAN untuk Indonesia; Lembaga Pertanahan Luar Negeri se-Asia Tenggara antara lain perwakilan National Committee of Indigenous People (NCIP) Filipina, perwakilan Department of Agriculture Land Management (DALAM) Ministry of Agriculture and Forestry of Laos, perwakilan CSO; perwakilan Office of the National Land Policy Board Thailand; dan perwakilan Department of Land Thailand. (LS/PHAL) #AHYMenteriATR #KementerianATRBPN #MelayaniProfesionalTerpercaya #MajuDanModern #MenujuPelayananKelasDunia #SetiapKitaAdalahHumas #SetiapKitaAdalahAmbassador Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional X: x.com/kem_atrbpn Instagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/ Fanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN Youtube: youtube.com/KementerianATRBPN TikTok: tiktok.com/@kementerian.atrbpn Situs: atrbpn.go.id PPID: ppid.atrbpn.go.id
“Kalau memang bersih, kenapa alergi dikonfirmasi? Uang yang dipakai itu uang rakyat, bukan uang pribadi,” ungkap salah seorang sumber dengan nada geram.
Publik mendesak aparat penegak hukum, BPK, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, hingga KPK agar segera turun tangan membongkar seluruh aliran anggaran dan proyek di tubuh IAKN Tarutung. Masyarakat menilai pembiaran terhadap dugaan penyimpangan APBN hanya akan melahirkan praktik korupsi yang semakin brutal dan terang-terangan di dunia pendidikan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak IAKN Tarutung tetap memilih bungkam dan belum memberikan hak jawab resmi kepada awak media.
(Hasanuddin)
Post Views: 17