BANDUNG — Dewan Pimpinan Pusat Penasihat/Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa rangkaian Konferensi Daerah (Konferda) yang saat ini tengah bergulir di berbagai wilayah Indonesia merupakan bagian dari langkah taktis melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Setelah sukses membuka rangkaian di Jawa Barat, Projo dijadwalkan akan melanjutkan agenda serupa di Makassar (Sulawesi Selatan) dan wilayah-wilayah lainnya.
”Minggu depan kita ke Makassar, Sulawesi Selatan, dan terus ke seluruh Indonesia kita menggelar konferensi-konferensi daerah untuk melakukan konsolidasi organisasi,” ujar Budi Arie di sela-sela agenda Konferda Projo Jabar 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Total Menuju Projo yang Solid & Terorganisir”.
Menanggapi pertanyaan awak media mengenai dinamika politik terkini, khususnya terkait kedekatan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Budi Arie menganggap hal tersebut sebagai hak politik personal. Namun, bagi Projo, figur Jokowi memiliki esensi yang jauh lebih besar dari sekadar sekat partai politik.
”Bagi kami, Pak Jokowi itu milik bangsa dan rakyat. Pak Jokowi adalah pemimpin rakyat, pemimpin yang ingin mendengar dan menyapa rakyat,” tegasnya.
Budi Arie juga menambahkan bahwa pesan-pesan serta arahan dari Jokowi telah disampaikan dengan jelas kepada seluruh elemen sukarelawan pendukung.
Saat dikonfirmasi mengenai kabar agenda kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah di Indonesia dalam waktu dekat, Budi Arie membenarkan adanya beberapa rencana, salah satunya kunjungan ke Cirebon yang saat ini masih dalam tahap pematangan.
Ia meluruskan opini publik yang kerap mengaitkan aktivitas turun ke lapangan tersebut dengan muatan politis tertentu, seperti isu dukungan untuk Gibran Rakabuming Raka.
”Semua orang politik mau beranggapan (apa saja), itu biasa saja. Masa kita harus menanggapi pandangan atau pikiran orang? Biar saja mengalir. Kemerdekaan berpikir orang kan perlu kita jaga,” tuturnya secara santai.
Budi Arie memastikan bahwa kehadiran Jokowi ke daerah-daerah murni didasarkan atas pemenuhan undangan resmi dari masyarakat sipil, bukan atas agenda pergerakan politik praktis. Ia pun menyatakan kesiapan penuh Projo untuk terus mengawal setiap agenda tersebut.
Di akhir sesi wawancara, Budi Arie menyampaikan kondisi terkini Jokowi yang disebutnya sudah dalam keadaan sehat walafiat. Komunikasi antara DPP Projo dan Jokowi pun dipastikan berjalan secara intensif setiap harinya.
Budi Arie mengingatkan kembali esensi pergerakan Projo sebagai organisasi kemasyarakatan yang tidak boleh hanya muncul menjelang kontestasi politik lima tahunan.
”Yang namanya organisasi itu menyapa rakyat tidak boleh cuma 5 tahun sekali. Menyapa rakyat harus setiap hari. Kita harus mendengarkan semua yang terjadi di masyarakat setiap hari. Kita ini organisasi yang setia di garis rakyat,” pungkasnya.







