Foto : Dok Ist
JAKARTA, KABARNUSA24.COM || Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau akan membuka peluang besar bagi lahirnya jutaan green jobs di Indonesia.
Dalam pembekalan pada Wisuda Universitas Nasional (UNAS), Menteri Jumhur mengajak generasi muda mempersiapkan diri menjadi talenta hijau yang mampu menjawab tantangan
lingkungan sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Menurut Menteri Jumhur, dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yakni krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Tantangan
tersebut tidak lagi semata menjadi isu lingkungan, tetapi telah berdampak pada aspek ekonomi, sosial, kesehatan, hingga kemanusiaan.
“Indonesia berada di garis depan risiko perubahan lingkungan global. Namun kondisi ini bukan alasan untuk pesimis. Justru Indonesia memiliki legitimasi moral yang kuat untuk menjadi bagian penting dari solusi global,” ujar Menteri Jumhur.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Menteri Jumhur melihat generasi muda sebagai kekuatan utama perubahan. Berdasarkan survei Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA), lebih dari 80 persen Generasi Z Indonesia memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan hidup.
“Gen Z adalah generasi solusi. Tugas kita sekarang adalah mengubah kepedulian itu menjadi aksi nyata. Dari sekadar awareness menjadi movement, dari kepedulian menjadi inovasi, dan dari diskusi menjadi solusi,” terang Menteri Jumhur.
Menteri Jumhur menjelaskan bahwa visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menempatkan keberlanjutan ekologis sebagai salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, transformasi menuju ekonomi hijau harus berjalan beriringan dengan upaya menciptakan kesempatan kerja yang inklusif dan berkeadilan.
Dunia ke depan akan membutuhkan semakin banyak profesi yang berorientasi pada keberlanjutan, mulai dari ahli energi terbarukan, pengelola sampah modern, insinyur lingkungan, peneliti biodiversitas, perencana kota hijau, carbon analyst, circular economy specialist, hingga wirausaha hijau.
Kehadiran berbagai peluang green jobs ini juga menjadi bagian penting untuk memastikan transisi menuju ekonomi hijau berjalan secara inklusif, sehingga tidak ada generasi yang tertinggal (no generation left behind) dalam memperoleh kesempatan dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
“Transisi menuju ekonomi hijau diperkirakan akan melahirkan jutaan lapangan pekerjaan baru. Namun kita juga harus memastikan bahwa green jobs tersebut merupakan pekerjaan
yang layak, memberikan perlindungan tenaga kerja, kesejahteraan, dan kesempatan yang adil bagi masyarakat. Masa depan ekonomi dunia tidak hanya digital, tetapi juga hijau. Future jobs are green jobs,” tegas Menteri Jumhur.
Menteri Jumhur menambahkan, Indonesia memiliki posisi strategis dalam agenda lingkungan global. Dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, kawasan mangrove yang luas, kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi, serta garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam menentukan masa depan lingkungan dunia.
“Kalau Indonesia berhasil menjaga hutannya, melindungi gambut dan mangrove, mengelola sampah, menjaga sungai, melindungi laut,dan membangun ekonomi sirkular, maka Indonesia bukan hanya menjaga dirinya sendiri, tetapi juga memberi kontribusi besar bagi masa depan bumi,” ujar Menteri Jumhur.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, pemerintah menargetkan 100 persen sampah terkelola pada tahun 2029 melalui penguatan ekonomi sirkular dan transformasi tata kelola
material. Berbagai inovasi seperti Refuse Derived Fuel (RDF), Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), teknologi pirolisis, serta berbagai pendekatan pengelolaan sampah modern terus didorong untuk mengubah sampah menjadi sumber daya yang bernilai
ekonomi.
Melalui momentum ini, KLH/BPLH mengajak generasi muda untuk mengambil peran sebagai agen perubahan dalam menjaga lingkungan hidup dan mendorong transformasi
ekonomi hijau. Dengan semakin besarnya peluang green jobs, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta inovasi dan solusi bagi masa depan
Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.(Rizky Tile)








