Opini

Dinamika Bebersih BGN dari Para Siluman: Upaya Langit Menjaga “Maidatur Rohman” (MBG).

23
×

Dinamika Bebersih BGN dari Para Siluman: Upaya Langit Menjaga “Maidatur Rohman” (MBG).

Sebarkan artikel ini
Dinamika Bebersih BGN dari Para Siluman: Upaya Langit Menjaga "Maidatur Rohman" (MBG).

Oleh : Sutriachol Haris, L.c

Kabarnusa24.com,– Dinamika panas itu dapat disiasati dingin ketika anggaran dapur – dapur SPPG itu ngebul panas nya dapat di akali dengan kecurangan.

Titik dapur yang tak ubahnya menjadi santapan lezat bagi para siluman di siang hari bolong ditengah jeritan stunting yang katanya hambatan anak bangsa jadi generasi perak karena jauh harapan emas- emasnya kini separuh telah hilang dicolong di tengah janji teriakan ketika kampanye dahulu.

Titik ngebul dapur MBG dihargai tinggi oleh para wasilah siluman lucunya pengusaha antri beli.

Seni dan estetika pimpinan BGN roboh diterpa hantaman gizi buruk atau stunting karena yang bergizi lebih baik dan awal yang merasakan menikmati gizi baik seoalah hanya siluman itu saja akibat ingin kenyang padahal tak akan pernah kenyang yang dirasa sampai kapanpun.

Bila kiyai dengan dukun di zaman modern itu beda tipis maka siluman dengan setan juga sama. Hanya saja setan tak nampak nyata di alam nyata seperti layar gadget, ia hanya nyata menyerupai keindahan dan kemewahan dunia dan kilau gemerlapnya tipu daya setan jelma titik dapur.

Penyelamatan lembaga seperti BGN memang tak semudah mengobati goresan luka di fisik karena ini pula bukan cek fisik ini adalah soal yang bernama kemanusiaan.

Logika nalar hakiki nya ketika satu orang stunting diurus maka sama dengan memuliakan semua manusia yang ada dan begitu dasar sebaliknya.

Bagaimana bila semua anak – anak sekolah itu diberi gizi artinya adalah maka sama halnya dengan mengimplementasikan seperti ayat berikut :

“Apakah ada tuhan selain Allah yang Dia sekaligus dapat memberi rezeki kalian atas apa yang di langit dan di bumi”

Artinya ketika merawat dan memberi MBG pada penerima manfaatnya itu adalah sama dengan fahami arti junjung makhluk atau kemanusiaan memuliakan ayat diatas.

Pandangan filosofis MBG bukan soal pada hal logistik tapi ia lebih kepada arti dasar pokok atas tumbuh kembang kemanusiaan begitu amat dalam bahasa itu.

Bila kemanusian tumbuh maka perekonomian, kesejahteraan dan etos semangat beretorika dengan ril aktion nya dapat sejalan seimbang. Bukan sebatas tinggi impian doang apalagi jadi generasi rebahan akibat stunting, misalnya.

Luhur harapan spritual di langit sana untuk dapat damai di bumi menjelma jamuan MBG sehingga lahir anak bangsa yang lebih unggul.

Takdir Allah atau ketentuan spritual itu indah atas segala jamuan hikmahNya agar semua jadi titik kumpul kembali ke pangkuanNya bukan ke titik dapur untuk jadi kaya.

Ingat : disana sini akan “Trilogi” yakni hadirnya alam kematian karena untuk jumpa dengan tuhan semua kita harus mati, prahara di padang mahsyar serta bonus surga atau neraka.

(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin