Nasional

Berbagai Gagasan dan Inovasi, Rumah Kolaborasi Iklim dan Karbon Diresmikan Menteri LH Jumhur

5
×

Berbagai Gagasan dan Inovasi, Rumah Kolaborasi Iklim dan Karbon Diresmikan Menteri LH Jumhur

Sebarkan artikel ini
Berbagai Gagasan dan Inovasi, Rumah Kolaborasi Iklim dan Karbon Diresmikan Menteri LH Jumhur

 


JAKARTA, Kabarnusa24.com || Menghadapi tantangan krisis iklim global, Indonesia tidak bisa lagi bergerak sendiri-sendiri dalam gerbong yang terpisah. Merespons urgensi ini, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) resmi menghidupkan kembali Rumah Kolaborasi dan Konsultasi Iklim dan Karbon (RKKIK), Kamis (04/06/26).

Lebih dari sekadar ruang fisik, RKKIK diarahkan menjadi motor penggerak yang mengelaborasikan kekuatan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat sipil, hingga generasi muda. Reaktivasi ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) dan mengoptimalkan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) menuju pembangunan rendah karbon.

Saat meresmikan operasional kembali RKKIK di Kantor KLH/BPLH Jakarta, Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa keberhasilan agenda iklim mutlak bertumpu pada sinergi lintas sektor.

Berbagai Gagasan dan Inovasi, Rumah Kolaborasi Iklim dan Karbon Diresmikan Menteri LH Jumhur

“Keberhasilan agenda iklim tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebijakan yang kita susun, tetapi juga oleh kemampuan kita membangun ekosistem kolaborasi yang mampu menghubungkan pengetahuan, data, sumber daya, dan aksi nyata di lapangan. Karena itu, RKKIK hadir sebagai rumah bersama bagi seluruh pemangku kepentingan untuk berdiskusi, berkonsultasi, berbagi pengalaman, dan membangun sinergi dalam mencapai tujuan iklim nasional,” ujar Menteri Jumhur.

Menurut Menteri Jumhur, RKKIK tidak sekadar menjadi ruang fisik, tetapi juga platform kolaborasi yang mempertemukan berbagai gagasan, inovasi, dan solusi untuk menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus memperkuat pembangunan rendah karbon di Indonesia.

“RKKIK harus menjadi tempat bertemunya ide, pengetahuan, pengalaman, dan solusi untuk
menjawab berbagai tantangan perubahan iklim yang kita hadapi bersama. Saya berharap RKKIK dapat menjadi pusat pengetahuan, pusat konsultasi, pusat kolaborasi, dan pusat inovasi yang mampu mendukung agenda iklim Indonesia secara nyata,” tambah Menteri Jumhur.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH, Ary Sudijanto, menjelaskan bahwa operasionalisasi kembali RKKIK dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri LH/Kepala BPLH Nomor 2211 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 1 Juni 2026.

Menurut Ary, RKKIK dirancang sebagai wadah konsultasi, komunikasi, informasi, dan edukasi yang menjembatani kebutuhan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan mitra pembangunan dalam implementasi kebijakan iklim dan karbon.

“RKKIK merupakan instrumen penting untuk memperkuat efektivitas pencapaian target NDC dan implementasi Nilai Ekonomi Karbon di Indonesia. Melalui layanan konsultasi, peningkatan kapasitas, advokasi, layanan teknis, dan kerja sama, RKKIK diharapkan dapat memperkuat pemahaman, kapasitas, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” jelas Ary.

Ke depan, RKKIK akan menjadi pusat layanan dan kolaborasi berbagai agenda strategis perubahan iklim dan karbon, mulai dari mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, implementasi Nilai Ekonomi Karbon, Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI), Sistem Registri Unit Karbon (SRUK), hingga fasilitasi berbagai kerja sama dan pendanaan iklim internasional.

Untuk memperkuat perannya, RKKIK juga menghadirkan sejumlah program unggulan seperti Pojok Iklim, Climate Clinic, Cengkrama Iklim, National Carbon Forum, dan Carbon Youth Lab. Program-program tersebut dirancang untuk memperluas akses informasi,
memperkuat konsultasi dan pendampingan teknis, membangun jejaring multipihak, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam aksi iklim dan pengembangan ekonomi karbon.

Dengan beroperasinya kembali RKKIK, Indonesia memiliki ruang kolaborasi yang semakin kuat untuk mempercepat aksi iklim nasional. Melalui keterhubungan pengetahuan, inovasi, investasi, dan partisipasi multipihak, RKKIK diharapkan menjadi penggerak lahirnya berbagai solusi nyata yang mendukung pencapaian target iklim Indonesia sekaligus memperkuat transisi menuju pembangunan rendah karbon yang tangguh dan berkelanjutan.(Rizky Tile)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin