Opini

Sejatinya Wartawan Mencari Berita dan Kontrol Sosial, Bukan Cari Proyek Pembangunan atau Jale

5
×

Sejatinya Wartawan Mencari Berita dan Kontrol Sosial, Bukan Cari Proyek Pembangunan atau Jale

Sebarkan artikel ini
Sejatinya Wartawan Mencari Berita dan Kontrol Sosial, Bukan Cari Proyek Pembangunan atau Jale
Foto : Rizky Tile

Penulis : Rizky Tile

Sejatinya sebagai wartawan yang bertugas mencari, menulis dan menyiarkan berita, hendaknya menampilkan berita-berita yang bernilai besar, bermanfaat luas dan diperlukan sebanyak mungkin masyarakat.

Oleh karena itu, wartawan pun sejatinya adalah dia pelanjut risalah kenabian, dalam mencari, menulis dan menyebarkan informasi dan tulisan yang bernilai kebaikan dan kebenaran kepada publik.

Wartawan itu bekerja di sebuah perusahaan pers. Perusahaan itu yang menggaji atau menjamin kesejahteraannya. Gaji sesuai UMP, ada BPJS kesehatan dan keselamatan kerja, tabungan hari tua, jaminan karier, dan fasilitas lain. Itu bagi wartawan di bawah perusahaan pers yang sudah mapan dan besar.

Ada juga Wartawan tidak digaji hanya mencari progam Publikasi kinerja dan Iklan yang dikeluarkan setiap instansi Pemerintah, dan Perusahaan-perusahaan Swasta.

Sejatinya Wartawan juga bukan untuk mencari proyek pembangunan yang menggunakan APBD dan Jale yang biasa dikatakan sejumlah wartawan yaitu mencari Jale Gocer. Contoh mereka datang ke Dinas-dinas untuk mendapatkan proyek. Tak hanya itu, tanpa diundang acara event mereka pun datang, habis acara pura-pura wawancara, lalu minta amplop.

Wartawan itu setengah artis. Kadang dicari dan dijadikan teman oleh mereka yang ingin terkenal. Kadang dimusuhi oleh mereka yang tak ingin aibnya terbongkar. Bahkan tak hanya dimusuhi, bila perlu nyawa wartawan itu dihabisi. Nasib wartawan dari dulu tak berubah, begitulah. Kadang dicari, kadang dimusuhi.

Terkadang juga saya merasa miris dengan setiap konfirmasi Wartawan ke pejabat publik dilingkungan instansi Pemerintah manapun hanya diabaikan saja atau tidak direspon. Sebab wartawan butuh informasi yang berimbang dan fakta.

Terkadang fakta dilapangan adanya Oknum Pejabat Publik piliah Pilih Media yang dikatagorikan kedekatan saja, tidak melihat dari segi Kompenten Wartawan yang pegang teguh Kode Etik Jurnalis sesuai Produk Jurnalis menjalankan tugasnya.

Dikutip dalam sebuah hadits dikatakan:

“Katakanlah yang benar meskipun itu pahit.” (HR Ibnu Hibban dari Abu Dzar al-Ghiffari).

Kebenaran itu adalah sesuai dengan kenyataan. Bahkan mengatakan kebenaran di hadapan penguasa yang dzalim termasuk jihad yang utama. Seperti disebutkan di dalam hadits:

“Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran di hadapan penguasa yang dzalim.” (HR Abu Dawud At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu).

#Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jakarta

#Forum Wartawan Polri Polda Metro Jaya

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin