Daerah

BRI Tancap Gas! Kredit Rumah Bersubsidi Tembus Rp408 Miliar di Bandung, Ribuan Warga Kini Punya Harapan Miliki Hunian

3
×

BRI Tancap Gas! Kredit Rumah Bersubsidi Tembus Rp408 Miliar di Bandung, Ribuan Warga Kini Punya Harapan Miliki Hunian

Sebarkan artikel ini
BRI Tancap Gas! Kredit Rumah Bersubsidi Tembus Rp408 Miliar di Bandung, Ribuan Warga Kini Punya Harapan Miliki Hunian

Kabarnusa24.com

BANDUNG, 16 juli 2026 – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam mendukung program penyediaan rumah bagi masyarakat kembali dibuktikan melalui penyelenggaraan Sosialisasi Program Kredit Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Wilayah Bandung. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/7) tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan.

Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), serta BRI. Ketiga lembaga tersebut bersinergi mempercepat penyaluran pembiayaan rumah bersubsidi sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

BRI Tancap Gas! Kredit Rumah Bersubsidi Tembus Rp408 Miliar di Bandung, Ribuan Warga Kini Punya Harapan Miliki Hunian

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, menegaskan bahwa BRI terus berada di garis depan dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. Menurutnya, penyediaan rumah bagi masyarakat membutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Antusiasme masyarakat Jawa Barat terhadap program tersebut pun tergolong tinggi. Hingga 15 Juli 2026, BRI mencatat telah menyalurkan Kredit Perumahan (KPP) senilai Rp408 miliar kepada 2.109 debitur di wilayah Bandung. Capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan rumah yang mudah dijangkau sekaligus mencerminkan semakin meratanya akses layanan keuangan.

Kami melihat minat masyarakat terhadap program ini sangat besar. Penyaluran yang terus meningkat menjadi bukti bahwa kebutuhan rumah layak masih tinggi dan harus terus didukung melalui pembiayaan yang inklusif, ujar Aris.

Tak hanya memberikan akses kepemilikan rumah, BRI juga menilai sektor perumahan memiliki dampak ekonomi yang luas. Aktivitas pembangunan perumahan mampu menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi, hingga menciptakan lapangan pekerjaan baru yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Secara nasional, kinerja penyaluran Kredit Perumahan BRI juga menunjukkan tren positif. Hingga 12 Juli 2026, total pembiayaan KPP yang telah disalurkan BRI mencapai Rp10,64 triliun, memperkuat peran perseroan dalam mendukung pengurangan backlog perumahan di Indonesia.

Menurut Aris, pembiayaan perumahan bukan sekadar membantu masyarakat memiliki tempat tinggal, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan apresiasi atas kontribusi BRI dalam mempercepat penyaluran pembiayaan rumah bersubsidi. Ia menilai tingginya serapan program menjadi bukti bahwa kebutuhan masyarakat terhadap hunian layak masih sangat besar.

Maruarar juga mengungkapkan bahwa tingginya permintaan tersebut mendorong pemerintah menambah alokasi pembiayaan perumahan sebesar Rp16 triliun, sehingga total anggaran program meningkat dari Rp34 triliun menjadi Rp50 triliun pada tahun ini.

Ia turut mengapresiasi kebijakan BRI yang menghadirkan skema pembiayaan dengan bunga yang terjangkau sehingga mampu memperluas kesempatan masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah sendiri.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, BP Tapera, dan BRI diharapkan semakin mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembangunan sektor perumahan yang inklusif dan berkelanjutan.

(Jaka)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin