Kabarnusa24.com
Bandung, 21 juli 2026 – Yayasan SMK/PKBM AN-NUR Ibun terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlakul karimah peserta didik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program unggulan, budaya sekolah, serta kebijakan yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Pada Senin, Yayasan AN-NUR Ibun melaksanakan dua kegiatan penting, yakni Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru SMK/PKBM serta Parenting Day untuk jenjang TK dan Kelompok Bermain (Kober). Kegiatan Parenting Day yang digelar di Imah Hejo menghadirkan Kepala Sekolah Yayasan SMK/PKBM AN-NUR Ibun, Dr. Yanti Lidiati, S.E., M.M., sebagai narasumber.
Dalam keterangannya, Dr. Yanti menegaskan bahwa pendidikan sejatinya dimulai sejak peserta didik pertama kali memasuki lingkungan sekolah.
Kami meyakini bahwa pendidikan tidak dimulai ketika guru membuka pelajaran di dalam kelas, tetapi dimulai sejak langkah pertama anak memasuki gerbang sekolah. Oleh karena itu, setiap pagi kami berkomitmen menyambut peserta didik dengan senyum, salam, sapa, dan doa sebagai bagian dari visi BERBENAH, yaitu Berilmu, Berdayaguna, dan Berakhlakul Karimah, ujarnya.
Menurutnya, setiap anak datang dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda. Karena itu, sekolah ingin menjadi rumah kedua yang menghadirkan rasa aman, nyaman, penuh kasih sayang, sehingga setiap peserta didik merasa diterima, dihargai, didengar, dan dicintai.
Nilai tersebut diperkuat dengan hadis Rasulullah SAW, “Tidaklah termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua” (HR. Ahmad dan Tirmidzi), yang menjadi landasan dalam membangun budaya pendidikan yang penuh kasih sayang.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Yayasan AN-NUR Ibun menjalankan berbagai program unggulan, di antaranya Parenting Day sebagai sarana membangun sinergi antara sekolah dan orang tua, tadarus Al-Qur’an dan doa bersama sebelum pembelajaran dimulai, shalat Dhuha berjamaah yang dipandu secara bergiliran oleh peserta didik, budaya penyambutan peserta didik setiap pagi, serta Program Nobel Mentor, yaitu pendampingan bagi peserta didik untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi sehingga guru dapat memberikan solusi dan pembinaan secara personal.
Selain itu, sekolah juga menerapkan berbagai kebijakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak. Kebijakan tersebut diwujudkan melalui budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), aturan tegas terhadap perundungan, kekerasan, dan diskriminasi, pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, pembiasaan doa bersama, literasi, menjaga kebersihan lingkungan, serta pembinaan karakter melalui nilai-nilai Pancawaluya, yaitu Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMK/PKBM AN-NUR Ibun, Ino Mochamad Hilman, S.Pd menjelaskan bahwa kebijakan utama yayasan dalam membentuk karakter peserta didik adalah melalui keteladanan seluruh tenaga pendidik.
Kebijakan utama kami adalah menghadirkan keteladanan dari seluruh guru dalam menampilkan karakter dan akhlak yang baik selama menjalankan tugas sebagai pendidik. Tanpa komitmen dan konsistensi guru dalam memberikan contoh yang baik serta menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, harmonis, dan ramah anak, pembentukan karakter peserta didik akan sulit terwujud. Nasihat yang disampaikan guru akan lebih bermakna apabila sejalan dengan perilaku yang mereka lihat setiap hari, ungkap Ino M. Hilman.
Ia menambahkan, membangun komitmen dan konsistensi seluruh guru bukanlah hal yang mudah. Oleh sebab itu, sekolah secara rutin mengadakan pembinaan yang dipimpin kepala sekolah, kegiatan pengembangan diri, serta berbagai program kebersamaan untuk menjaga kekompakan dan semangat para guru dalam menjalankan amanah sebagai pendidik generasi penerus bangsa.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PKBM AN-NUR Ibun, Afifah Tri Ananda, S.Psi., menegaskan bahwa pendidikan karakter harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Di PKBM AN-NUR, kami tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter peserta didik agar memiliki akhlakul karimah, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda sehingga membutuhkan pendampingan yang humanis, penuh kasih sayang, dan sesuai dengan kebutuhannya. Sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencetak generasi yang beriman, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan, tutur Afifah Tri Ananda.
Menanggapi kebijakan penyambutan peserta didik setiap pagi, Guru SMK/PKBM AN-NUR Ibun, Nurlia Lia, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya inisiatif kepala sekolah, melainkan merupakan kebijakan bersama yang telah disepakati seluruh warga sekolah.
Kegiatan penyambutan peserta didik merupakan bagian dari kebijakan bersama yang dipimpin oleh Bu Yanti dan disepakati oleh seluruh warga sekolah. Kebijakan ini dilaksanakan secara konsisten sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah, dan berkarakter. Melalui pembiasaan menyambut peserta didik dengan senyum, salam, sapa, serta sikap yang santun, kegiatan ini telah berkembang menjadi budaya sekolah yang mempererat hubungan antara guru dan peserta didik. Anak-anak merasa dihargai, disambut, dan diterima sejak memasuki lingkungan sekolah. Budaya ini juga menjadi implementasi nilai-nilai Pancawaluya, khususnya Bageur, Bener, dan Cageur, jelasnya.
Nurlia Lia juga menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Dr. Yanti Lidiati. Menurutnya, kepala sekolah merupakan sosok yang bijaksana, adil, mengedepankan musyawarah, serta mampu menciptakan suasana kerja yang harmonis dan penuh kekeluargaan.
Bagi saya, Ibu Yanti adalah sosok panutan sekaligus figur seorang ibu. Keteladanan beliau dalam kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik. Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan amanah, serta selalu dalam lindungan Allah SWT, ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah, Ketua PKBM, guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah, Yayasan SMK/PKBM AN-NUR Ibun terus berupaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan peserta didik berprestasi, tetapi juga melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berdaya, serta berakhlakul karimah sesuai dengan semangat BERBENAH (Berilmu, Berdayaguna, dan Berakhlakul Karimah).








