DaerahPeristiwa

KM Ratna Ningsih Tenggelam di Perairan Balongan, Nakhoda Selamat, Tiga ABK Masih Hilang

4
×

KM Ratna Ningsih Tenggelam di Perairan Balongan, Nakhoda Selamat, Tiga ABK Masih Hilang

Sebarkan artikel ini
KM Ratna Ningsih Tenggelam di Perairan Balongan, Nakhoda Selamat, Tiga ABK Masih Hilang

 

Indramayu, kabarnusa24.com

Kapal Motor (KM) Ratna Ningsih mengalami kecelakaan laut di perairan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis (23/7/2026) dini hari. Kapal berukuran 6 Gross Ton (GT) tersebut diduga tenggelam akibat diterjang gelombang tinggi dan membawa muatan melebihi kapasitas (overload).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Ratna Ningsih berangkat dari pangkalan nelayan di Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, sekitar pukul 03.30 WIB menuju laut lepas. Kapal tersebut mengangkut tiga Anak Buah Kapal (ABK) serta membawa muatan 11 drum oli yang akan dipasok ke kapal tanker di kawasan Single Point Mooring (SPM) 35 Balongan.

Sekitar pukul 05.00 WIB, saat berada di tengah perjalanan, kapal diduga tidak mampu menghadapi terjangan gelombang tinggi. Ombak besar menghantam lambung kapal hingga menyebabkan kapal terbalik dan akhirnya tenggelam.

Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, mengatakan nahkoda kapal bernama Warnita (62), warga Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, berhasil selamat dari insiden tersebut.

“Korban berhasil dievakuasi dalam keadaan sudah mengenakan jaket pelampung,” ujar AKP Asep Suryana, Jumat (24/7/2026).

Sementara itu, tiga ABK lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. Mereka adalah Sarto (25), Ayo (28), dan Adnan (28), yang seluruhnya merupakan warga Desa Majakerta, Kecamatan Balongan.

AKP Asep menjelaskan, nahkoda berhasil diselamatkan oleh anggota TNI AL bernama Aldi yang bertugas di Island Berth ITB Balongan. Saat melihat kapal karam, Aldi segera melakukan upaya penyelamatan hingga akhirnya berhasil mengevakuasi korban.

Hingga saat ini, proses pencarian terhadap tiga ABK yang hilang masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Operasi pencarian melibatkan personel Satpolairud Polres Indramayu, Basarnas, BPBD, serta TNI AL.

Namun, pada hari pertama pencarian, operasi sempat dihentikan lebih awal karena kondisi cuaca yang memburuk dan gelombang laut yang tinggi, sehingga membahayakan keselamatan tim pencari.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin