Indramayu, kabarnusa24.com
Ancaman longsor di kawasan tanggul Sungai Cimanuk, tepatnya di Blok Gumiwang Utara, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, semakin mengkhawatirkan. Sebanyak 373 rumah dilaporkan terancam, dengan 40 rumah berada di zona paling rawan.
Pergerakan tanah di lokasi tersebut telah terjadi sejak 2021. Namun, dalam sebulan terakhir kondisi kembali memburuk. Tanah di sekitar tanggul ambles hingga sekitar 1–2 meter, meski saat ini masih berada pada musim kemarau.
Akibatnya, sejumlah rumah warga mengalami keretakan pada dinding, halaman belakang tergerus longsor, bahkan ada bangunan yang nyaris roboh.
Salah seorang warga terpaksa membuat penahan darurat menggunakan karung berisi tanah dan tiang bambu untuk mencegah rumahnya ambruk akibat terus bergeraknya tanah di sekitar tanggul.
Warga mengaku hidup dalam kecemasan setiap hari. Saat musim hujan tiba dan debit Sungai Cimanuk meningkat, mereka khawatir longsor akan semakin parah hingga menyebabkan tanggul jebol. Dalam kondisi darurat, sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat demi keselamatan.
Menurut warga, pemerintah telah beberapa kali melakukan penanganan. Namun, upaya yang dilakukan masih bersifat sementara sehingga tidak mampu menahan pergerakan tanah dalam jangka panjang. Akibatnya, kerusakan kembali terjadi.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan permanen terhadap tanggul Sungai Cimanuk sebelum musim hujan tiba, guna mencegah bencana yang lebih besar serta melindungi ratusan rumah dan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.







