Berita

Perindag Dorong UMKM Naik Kelas, Sertifikasi Halal Jadi Senjata Baru Pelaku Usaha Bandung

6
×

Perindag Dorong UMKM Naik Kelas, Sertifikasi Halal Jadi Senjata Baru Pelaku Usaha Bandung

Sebarkan artikel ini
Perindag Dorong UMKM Naik Kelas, Sertifikasi Halal Jadi Senjata Baru Pelaku Usaha Bandung

Kabarnusa24.com

BANDUNG — Sertifikat halal bukan lagi sekadar pelengkap bagi pelaku usaha. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, label halal mulai menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

 

Semangat tersebut dibawa organisasi Perindag Jawa Barat dan Kota Bandung melalui Seminar Executive Pembuatan Sertifikat Halal, yang digelar Rabu (2/9/2026) di D’Botanica, Bandung.

Perindag Dorong UMKM Naik Kelas, Sertifikasi Halal Jadi Senjata Baru Pelaku Usaha Bandung

Kegiatan ini mendapat perhatian karena tidak hanya membahas persoalan administratif sertifikasi halal, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meningkatkan kualitas usaha, memperkuat branding, serta beradaptasi dengan perkembangan digitalisasi.

Perindag Dorong UMKM Naik Kelas, Sertifikasi Halal Jadi Senjata Baru Pelaku Usaha Bandung

Salah satu sosok yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah Kohan (Harjono Budi Utomo), Ketua Perindag Jawa Barat dan Kota Bandung, yang merupakan binaan Bapak Harry Tanoe soedibjo dari (PERINDO).

 

Kehadiran Kohan menegaskan komitmen Perindag dalam membuka ruang pendampingan sekaligus penguatan kapasitas bagi para pelaku UMKM.

 

Bagi Perindag, persoalan sertifikasi halal tidak semestinya menjadi beban bagi pelaku usaha. Sebaliknya, proses sertifikasi harus menjadi bagian dari upaya membangun UMKM yang lebih profesional, memiliki daya saing, dan siap memasuki pasar yang lebih luas.

 

Bukan Sekadar Sertifikat

 

Seminar yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB tersebut mengupas berbagai hal yang dibutuhkan pelaku UMKM untuk memperoleh sertifikat halal secara lebih mudah dan tuntas.

 

Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai persyaratan dan tata cara sertifikasi halal, pendampingan dalam proses pengurusan sertifikasi, hingga strategi membangun branding UMKM di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.

 

Dengan demikian, sertifikat halal tidak ditempatkan hanya sebagai sebuah dokumen, tetapi menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus mendongkrak nilai jual produk.

 

Kohan menempatkan penguatan pelaku usaha sebagai bagian penting dari peran Perindag. Semakin banyak UMKM yang mampu memenuhi standar usaha dan memiliki legalitas yang baik, semakin besar pula peluang produk lokal untuk berkembang dan bersaing di pasar.

 

Perindag dan BJB Dorong UMKM Tumbuh Lebih Pesat

 

Penguatan UMKM dalam kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Bank Jabar/BJB.

 

Kehadiran Bank Jabar menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang lebih kuat. Berbagai program yang diberikan perbankan diharapkan dapat membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang lebih pesat, baik dalam penguatan usaha maupun dalam memperluas akses dan layanan perbankan.

 

Kolaborasi antara Perindag dan Bank Jabar menjadi semakin strategis karena kebutuhan UMKM tidak berhenti pada sertifikasi halal.

 

Setelah memiliki legalitas dan sertifikasi, pelaku usaha tetap membutuhkan dukungan untuk mengembangkan bisnis, memperkuat kapasitas usaha, melakukan digitalisasi, serta memperluas jaringan pemasaran.

 

Dengan adanya sinergi tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi usaha yang mandiri, profesional, dan memiliki daya saing tinggi.

 

Dihadiri Sejumlah Tokoh

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan unsur masyarakat, di antaranya Wali Kota Bandung M. Farhan, Ketua FOKTI MP Yohanes Andri, Ketua dan Wakil Kebudayaan Sunda Anton Charliyan dan Uwa Deden Hidayat, serta Sukanto, pemilik Danau Sentani Bandung.

 

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa penguatan UMKM tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara organisasi, pemerintah, tokoh masyarakat, pelaku usaha, perbankan, hingga berbagai elemen pendukung lainnya.

 

Di sisi lain, keterlibatan Perindag Jawa Barat dan Kota Bandung menjadi penting karena organisasi tersebut berada dekat dengan aktivitas para pelaku perdagangan dan industri.

 

Dari Sertifikat Halal Menuju UMKM Berdaya Saing

 

Di era ketika konsumen semakin kritis terhadap produk yang mereka konsumsi, kepastian mengenai kehalalan produk dapat menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kepercayaan pasar.

 

Namun, pekerjaan rumah tidak berhenti setelah sertifikat halal diperoleh.

 

Pelaku UMKM juga dituntut mampu mengemas produk dengan baik, membangun merek yang kuat, memanfaatkan media digital, serta memperluas jaringan pemasaran.

 

Karena itu, seminar ini menjadi momentum untuk mendorong UMKM melihat sertifikasi halal dari perspektif yang lebih luas. Sertifikasi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk naik kelas.

 

Perindag Jawa Barat dan Kota Bandung diharapkan terus menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku usaha agar UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh, memiliki daya saing, dan membawa produk lokal Bandung serta Jawa Barat menembus pasar yang lebih luas.

 

Sertifikat halal boleh menjadi awal. Namun bagi UMKM, tujuan akhirnya adalah membangun kepercayaan konsumen, memperluas pasar, meningkatkan kualitas usaha, dan membawa pelaku usaha naik kelas.

(Jaka)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin