Daerah

Imam Suryadi : Tegaskan Pendidikan Anak Tak Bisa Hanya Mengandalkan Sekolah

6
×

Imam Suryadi : Tegaskan Pendidikan Anak Tak Bisa Hanya Mengandalkan Sekolah

Sebarkan artikel ini
Imam Suryadi : Tegaskan Pendidikan Anak Tak Bisa Hanya Mengandalkan Sekolah

Imam Suryadi : Tegaskan Pendidikan Anak Tak Bisa Hanya Mengandalkan Sekolah

Lumajang ,kabarnusa24.com— Pendidikan anak membutuhkan keterlibatan aktif orang tua, bukan sekadar mengandalkan lembaga pendidikan. Ketua Yayasan Barusyifa, Imam Suryadi, menegaskan pentingnya sinergi antara orang tua, santri, dan sekolah untuk mengoptimalkan potensi sekaligus memahami karakter serta psikologi anak.”

Pesan tersebut disampaikan Imam Suryadi saat membuka kegiatan “parenting Yayasan Barusyifa”, yang diikuti para Umi dan Abi atau orang tua wali santri.Acara tersebut berlangsung di hall BKPSDM,Jalan Ahmad Yani Lumajang.

Kegiatan tersebut menghadirkan “Dewi sebagai pemateri parenting dan psikologi anak”.

Imam mengatakan, kegiatan parenting menjadi bagian dari ikhtiar Yayasan Barusyifa untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan para santri.

“Parenting ini kita adakan untuk memaksimalkan proses pendidikan para santri, putra-putri panjenengan semua. Supaya nantinya hasilnya maksimal, tentu diperlukan sinergi,” ujar Imam.

Menurut Imam, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama. Anak sebagai peserta didik, orang tua, dan lembaga pendidikan harus memiliki pemahaman yang sejalan.

“Lembaga pendidikan beserta seluruh civitas, termasuk ustaz dan ustazah, semuanya memiliki peran. Ini perlu suatu pemahaman bersama, pengertian, dan keselarasan,” katanya.

Orang Tua Tak Boleh Hanya Hadir Saat Ada Masalah

Imam menilai hubungan orang tua dengan lembaga pendidikan tidak seharusnya baru terbangun ketika anak menghadapi persoalan.

Untuk memperkuat komunikasi tersebut, Yayasan Barusyifa memiliki konsep “One Day One Parent (ODOP)”. Melalui konsep ini, orang tua didorong untuk lebih dekat dengan lingkungan pendidikan dan mengetahui perkembangan anak secara berkelanjutan.

“Ketika orang tua wali santri ke sekolah atau lembaga, tidak mesti harus ada masalah. Kita ingin sama-sama melihat perkembangan anak, punya karakter seperti apa, punya kelebihan apa, dan kekurangan apa,” tuturnya.

Menurutnya, komunikasi yang intensif antara orang tua dan lembaga dapat membantu menemukan pendekatan yang lebih tepat dalam mendampingi anak.

Hal itu menjadi penting karena setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda. Potensi tersebut, kata Imam, harus digali dan dikembangkan sehingga dapat menjadi kekuatan bagi masa depan anak.

“Kita ingin anak didik kita, para santri, bisa maksimal dari potensi yang ada. Potensi itu perlu dieksplorasi, kemudian diwujudkan dan dikembangkan,” ujarnya.

Parenting Jadi Ruang Memahami Psikologi Anak

Kegiatan parenting tersebut juga menghadirkan “Dewi sebagai pemateri yang membahas parenting dan psikologi anak”.

Kehadiran pemateri diharapkan memberikan perspektif kepada orang tua mengenai pentingnya memahami anak secara lebih utuh, tidak hanya dari capaian akademik, tetapi juga dari karakter, perilaku, dan perkembangan psikologisnya.

Imam meminta para orang tua mengikuti materi yang disampaikan dengan saksama dan aktif berdiskusi.

“Monggo dicermati setiap apa yang disampaikan. Hal-hal yang memang perlu ditanyakan dan didiskusikan, nanti insyaallah ada sesi-sesi itu semua,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dewi selaku pemateri serta seluruh orang tua yang telah meluangkan waktu mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Dewi maupun seluruh Umi dan Abi yang hadir dan menyempatkan waktu. Ini bagian dari upaya kita untuk memaksimalkan hasil pendidikan anak-anak yang sedang kita didik,” ujar Imam.

Imam berharap kegiatan parenting tersebut tidak berhenti sebagai agenda pertemuan orang tua, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun komunikasi dan keselarasan antara keluarga dan lembaga pendidikan.

Sebab, menurut dia, pendidikan yang maksimal membutuhkan keterlibatan semua pihak.

“Insyaallah niatan baik kita ini dicatat Allah sebagai suatu ibadah di sisi-Nya,” ucap Imam.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin