BEKASI,- Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukabungah berlangsung semarak sejak pagi dipadati warga untuk menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berlokasi di lapangan Futsal Kp Warudoyong, Rt 02 Rw 01 Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu, kabupaten Bekasi pada Minggu (20/9/2026).
Di lokasi TPS Lapangan Futsal Sukabungah Diadakan Dua TPS Manual dan satu TPS Digital untuk pelaksanaan pemungutan suara secara elektronik melalui e-TPS dipenuhi antusias warga sejak pagi untuk memberikan suara melalui mekanisme yang ditetapkan panitia.
Diketahui bahwa Jumlah pemilih di Desa Sukabungah mencapai sekitar 5.100 orang. Dengan total TPS sebanyak, 10 TPS. dan keberadaan mekanisme digital dari satu e-TPS menjadi pengalaman baru bagi sebagian warga untuk menghadirkan kemudahan bagi generasi muda yang sudah terbiasa menggunakan teknologi. Namun, bagi sebagian warga lanjut usia, mekanisme manual masih dianggap lebih mudah untuk digunakan.
Salah seorang pemilih, Muhammad Bagja (31) warga Sukabungah, menilai mekanisme pemilihan manual relatif lebih mudah dipahami oleh warga yang sudah berusia lanjut.
“Kalau di sini banyak yang sudah berumur, saya mending yang manual saja. Soalnya yang digital agak susah bagi orang tua,” ujar Bagja salah seorang pemilih saat di lokasi TPS
Menurutnya, mekanisme digital justru berpotensi lebih mudah diterima oleh generasi muda karena sudah terbiasa dengan penggunaan teknologi dalam aktivitas sehari-hari.
“Kalau untuk generasi muda mungkin lebih mudah digital, sudah pada mengerti,” katanya.
Bagja juga melihat jumlah pemilih yang menggunakan mekanisme digital sejauh ini cenderung lebih cepat, tidak ada penumpukan pemilih, sehingga untuk pemilih elektronik terlihat lebih sedikit dibandingkan pemilih yang menggunakan mekanisme manual.
Antusiasme warga sejak pagi di sekitar Lapangan Futsal Sukabungah menjadi gambaran penting bagaimana momentum pemilihan mampu mengumpulkan seluruh lapisan warga dari berbagai kalangan, sekaligus memperkenalkan mekanisme baru pemungutan suara Pilkades 2026 berbasis teknologi kepada masyarakat
(Red)







