Kabarnusa24.com
BANDUNG – Aksi demonstrasi yang melibatkan massa dari kalangan mahasiswa dan masyarakat berlangsung di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, dalam momentum peringatan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Selasa (20/10/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan berbagai kritik terhadap kebijakan pemerintah. Sejumlah persoalan yang menjadi sorotan meliputi ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, lingkungan hidup, hingga kebebasan demokrasi.
Di tengah berlangsungnya demonstrasi, aksi vandalisme dilaporkan terjadi di kawasan Tugu Simpang Lima Asia Afrika. Selain itu, aksi pembakaran juga terjadi di tengah jalan sehingga menambah dinamika situasi di lokasi demonstrasi.
Aparat kepolisian melakukan pengamanan dan pengawalan di sepanjang kawasan Jalan Asia Afrika. Situasi yang sempat diwarnai tindakan tersebut dapat ditangani oleh pihak kepolisian, sehingga kondisi secara umum kembali terkendali dan tetap kondusif.
Aksi demonstrasi berlangsung hingga sore hari. Meski terdapat insiden vandalisme dan pembakaran, pengamanan terus dilakukan untuk menjaga situasi di kawasan tersebut.
SETRA Bandung Raya Sampaikan Kritik terhadap Pemerintah
Dalam aksi tersebut, Kesatuan Mahasiswa “Setia Rakyat” (SETRA) Bandung Raya menyampaikan sejumlah tuntutan yang tertuang dalam dokumen berjudul Ikhtisar Kajian Kesatuan Mahasiswa “Setia Rakyat” (SETRA) Bandung Raya dalam Momentum Peringatan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran.
Melalui dokumen tersebut, SETRA mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai berkaitan dengan persoalan kesejahteraan masyarakat. Isu yang disoroti meliputi pengelolaan sumber daya alam, perluasan perkebunan skala besar, kebijakan perdagangan internasional, pemutusan hubungan kerja (PHK), serta akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.
SETRA juga menyoroti penggunaan anggaran negara, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sejumlah proyek pembangunan. Mereka meminta pemerintah mengevaluasi prioritas anggaran agar lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial.
Empat Tuntutan Utama SETRA
Dalam pernyataan tertulisnya, SETRA Bandung Raya menyampaikan empat tuntutan utama.
Pertama, reformasi agraria dan perlindungan lingkungan. SETRA mendesak penghentian monopoli dan perampasan tanah rakyat serta evaluasi ekspansi perkebunan skala besar yang dinilai mengancam lingkungan dan ruang hidup masyarakat.
Kedua, perlindungan pekerja dan penguatan industri nasional. Mereka meminta evaluasi kebijakan perdagangan internasional, penanganan persoalan PHK, penolakan terhadap praktik upah murah, serta perhatian terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.
Ketiga, evaluasi anggaran negara. SETRA mendesak pencegahan pemborosan dan korupsi anggaran serta meminta pemerintah memprioritaskan kebutuhan masyarakat, khususnya pendidikan dan kesehatan.
Keempat, perlindungan hak demokratis masyarakat. Mereka meminta penghentian diskriminasi, kekerasan aparat, dan kriminalisasi, sekaligus menjamin kebebasan masyarakat dalam berkumpul, berserikat, berekspresi, dan menyampaikan pendapat.
Kepolisian Lakukan Pengamanan hingga Aksi Berakhir
Pengamanan dilakukan aparat kepolisian di sepanjang Jalan Asia Afrika untuk menjaga ketertiban selama demonstrasi berlangsung. Penanganan terhadap insiden vandalisme di kawasan Tugu Simpang Lima Asia Afrika dan pembakaran di tengah jalan menjadi bagian dari dinamika pengamanan aksi tersebut.
Situasi secara umum dilaporkan kembali terkendali dan kondusif. Aksi demonstrasi berlangsung hingga sore hari dengan pengawalan aparat kepolisian.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi di muka umum perlu diiringi dengan upaya menjaga ketertiban, keselamatan masyarakat, serta fasilitas umum. Penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, sementara tindakan perusakan fasilitas umum maupun pembakaran yang membahayakan orang lain perlu ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
(Jaka)