Indramayu, kabarnusa24.com
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Indramayu menggelar aksi unjuk rasa di Pendopo Kabupaten dan Gedung DPRD Indramayu, Kamis (29/10/2026). Aksi yang berlangsung sejak siang hingga malam tersebut sempat diwarnai ketegangan antara massa mahasiswa dan aparat kepolisian.
Situasi sempat memanas ketika mahasiswa dan aparat terlibat aksi saling dorong. Bahkan, insiden saling lempar juga dilaporkan terjadi di tengah berlangsungnya demonstrasi.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan 25 tuntutan, terdiri atas 18 tuntutan kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim dan tujuh tuntutan kepada DPRD Kabupaten Indramayu.
Berbagai persoalan menjadi sorotan mahasiswa, mulai dari indeks pembangunan manusia (IPM), kemiskinan, pengangguran, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, hingga penegakan peraturan daerah (perda) terkait peredaran minuman beralkohol.
Mahasiswa mengungkapkan kekecewaan karena Bupati Indramayu Lucky Hakim tidak hadir untuk menemui massa dan menanggapi secara langsung aspirasi yang disampaikan. Kekecewaan juga muncul terhadap DPRD, lantaran dari total 50 anggota dewan, hanya lima orang yang bersedia menemui para demonstran.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Kapolres Indramayu AKBP Prianggo PM turun langsung untuk meredakan situasi. Ia turut memfasilitasi dialog antara mahasiswa dan anggota DPRD guna membuka ruang komunikasi serta mencegah situasi semakin memanas.
Wakil Ketua DPRD Indramayu Amroni menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan menjadi bahan evaluasi bagi lembaga legislatif dalam meningkatkan kinerja dan menjalankan fungsi kedewanan.
Setelah melalui serangkaian dialog, massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 19.00 WIB.
Aksi tersebut menjadi sorotan terhadap berbagai persoalan yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah dan DPRD. Mahasiswa berharap tuntutan yang disampaikan tidak berhenti sebagai catatan demonstrasi, tetapi ditindaklanjuti melalui langkah konkret dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.