JAKARTA, KABARNUSA24.COM
Potret buram penanganan kemiskinan dan perlindungan kelompok lanjut usia (lansia) kembali terpampang nyata di sudut-sudut jalanan ibu kota.
Di tengah kemegahan gedung-gedung pencakar langit Jakarta, masih ditemukan seorang lansia yang harus berjuang keras di sisa umurnya demi mencari sesuap nasi.
Kondisi ini menjadi sorotan mengenai ke mana perginya fungsi kepedulian dari Pemerintah Pusat, Wakil Rakyat DPD MPR dan DPR RI serta Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang seharusnya memberikan masukan strategis terkait keadilan sosial.
Sebagai bangsa yang besar, masyarakat Indonesia sering menggaungkan semboyan bahwa sesama umat beragama harus saling bahu-membahu dan tolong-menolong.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan pemandangan yang bertolak belakang saat melihat tubuh rentan sang lansia berjalan memikul beban.
Nilai-nilai kepedulian sosial seolah menguap begitu saja, membiarkan seorang warga senior bertarung sendirian melawan kerasnya kehidupan ekonomi tanpa jaminan hari tua yang layak.

Berdasarkan pantauan wartawan dilapangan, Sabtu (31/10/26) terlihat lansia tampak lelah saat menawarkan dagangannya kepada orang yang lewat. Ia tidak memiliki tempat berjualan yang layak, sehingga harus bergantung pada keberuntungan dari pembeli yang lewat. Tak ada tanda‑tanda petugas sosial yang mendekat untuk menawarkan bantuan.
Pengamat Kebijakan Publik Ferdian Bolon menilai hal ini menjadi cermin pahit bagi Ibukota. “Jika benar semangat tolong‑menolong dijunjung tinggi, maka lansia yang sudah tak lagi kuat bekerja berat seharusnya dilindungi. Bukan dibiarkan berjuang sendirian di pinggir jalan,” ujar pengamat Ferdian dalam keterangan resminya kepada wartawan, Sabtu (31/10/26).
Pengamat Ferdian juga mempertanyakan efektivitas program sosial yang digulirkan pemerintah. Menurutnya, banyak lansia miskin belum terjangkau bantuan, padahal dana sosial telah dianggarkan setiap tahun.
Pengamat Ferdian menduga ada kelemahan pendataan sehingga mereka yang paling membutuhkan justru terabaikan.
“Kami bertanya kepada Wantimpres dan Pemerintah Pusat: di mana gerbang perlindungan sosial untuk mereka. Apakah janji bahu‑membahu hanya berlaku untuk acara seremonial saja.” tegas pengamat Ferdian. Ia meminta agar Kementerian Sosial segera turun ke lapangan melakukan verifikasi.
Pengamat berharap lansia tersebut segera mendapatkan akses bantuan sosial, jaminan kesehatan, serta tempat tinggal yang layak.
Ia juga meminta Pemprov DKI tidak hanya mengatur ketertiban jalanan, tetapi lebih peka terhadap nasib lansia pedagang miskin.(Rizky Tile)