BeritaNasionalPendidikan

Puncak Hari Santri 2026: Ribuan Santri Munajat untuk Indonesia di Masjid Istiqlal

7
×

Puncak Hari Santri 2026: Ribuan Santri Munajat untuk Indonesia di Masjid Istiqlal

Sebarkan artikel ini
Puncak Hari Santri 2026: Ribuan Santri Munajat untuk Indonesia di Masjid Istiqlal
Ribuan santri dan keluarga besar pesantren berkumpul di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (30/10/2026), dalam kegiatan Munajat Santri untuk Negeri.

JAKARTA,– Ribuan santri dan keluarga besar pesantren berkumpul di Masjid Istiqlal, Jakarta, dalam kegiatan Munajat Santri untuk Negeri. Menjadi puncak peringatan Hari Santri 2026, kegiatan ini menjadi momentum bagi santri untuk memanjatkan doa bagi keselamatan, kedamaian, dan kebaikan bangsa Indonesia.

Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, mengatakan bahwa munajat tersebut merupakan ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah berbagai ujian dan tantangan yang dihadapi bangsa.

“Melalui kegiatan ini, kita bersama-sama bermunajat dan berdoa untuk kebaikan negara yang kita cintai ini. Di tengah berbagai ujian dan cobaan, insyaallah doa-doa santri makbul dan diijabah oleh Allah SWT,” ujar Basnang pada Jumat (30/10/2026).

Menurut Basnang, doa merupakan salah satu bentuk kepedulian santri terhadap masa depan bangsa. Melalui Munajat Santri untuk Negeri, pesantren ingin mengambil bagian dalam merawat Indonesia, tidak hanya melalui pendidikan dan pengabdian, tetapi juga melalui ikhtiar spiritual.

Ia menjelaskan, peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan bahwa santri memiliki tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam perjalanan bangsa.

“Santri bukan hanya pewaris tradisi keilmuan dan perjuangan para ulama, tetapi juga kekuatan strategis bangsa dalam menyiapkan generasi yang unggul, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.

Basnang mengingatkan bahwa perjuangan santri dalam menguatkan negeri harus terus berlanjut sesuai dengan tantangan zamannya.

“Jika dahulu santri menguatkan negeri melalui perjuangan mempertahankan kemerdekaan, hari ini santri harus menguatkan negeri melalui ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, akhlak mulia, dan pengabdian masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, ia berharap semangat Hari Santri tidak berhenti pada kegiatan peringatan, tetapi diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Seluruh rangkaian ini kami rancang sebagai gerakan berkelanjutan yang memperkuat kualitas santri, memajukan pesantren, merawat tradisi, mendorong inovasi, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan bangsa,” ungkapnya.

(Red)

Penulis