Indramayu, kabarnusa24.com
Aksi unjuk rasa ratusan warga Blok Truwali, Desa Kedokanbunder Wetan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Senin (2/11/2026),
Sempat berlangsung memanas. Warga menuntut tanggung jawab PT Eka Pratama Jaya atas kerusakan akses jalan yang diduga terdampak peralihan arus lalu lintas akibat proyek pembangunan Jembatan Kali Kapur.
Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan tuntutan agar perusahaan segera memperbaiki akses jalan lingkungan yang selama ini digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Bagi warga, kerusakan jalan bukan persoalan sepele. Selain mengganggu mobilitas, kondisi tersebut juga dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan serta berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Suasana aksi sempat memanas ketika sejumlah warga berupaya membakar ban bekas dan melempar batu di sekitar lokasi jembatan. Bahkan, alat berat ekskavator yang berada di lokasi proyek dipasangi spanduk dan dinaiki puluhan pendemo sebagai bentuk protes terhadap pihak perusahaan.
Namun, aksi tersebut akhirnya mengarah pada titik temu setelah Kardi alias Goblag, selaku humas perwakilan PT Eka Pratama Jaya, menemui massa dan menyampaikan kesanggupan perusahaan untuk memenuhi tuntutan warga.
Dalam penyampaiannya, Kardi menyatakan bahwa PT Eka Pratama Jaya bersedia melakukan pengaspalan menggunakan material hotmix sepanjang kurang lebih 1.000 meter atau satu kilometer.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kesepakatan bersama yang dituangkan melalui penandatanganan fakta integritas. Perusahaan juga menyanggupi pelaksanaan pekerjaan paling lambat satu minggu setelah aksi berlangsung.
“Aksi ini merupakan hak warga masyarakat Blok Truwali. Terkait tuntutan pengaspalan jalan sepanjang 1.000 meter, saya sanggupi atas nama PT Eka Pratama Jaya, bukan atas nama pribadi saya,” ujar Kardi alias Goblag selaku humas perwakilan perusahaan.
Sementara itu, Didit selaku koordinator aksi dari Forum Komunikasi Pemuda Truwali (FKPI) menjelaskan bahwa unjuk rasa tersebut merupakan bentuk protes masyarakat atas dampak pembangunan Jembatan Kali Kapur yang dinilai belum kunjung selesai meskipun telah berlangsung lebih dari enam bulan.
Menurutnya, selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat harus menanggung dampak peralihan arus lalu lintas yang menyebabkan akses jalan di Blok Truwali mengalami kerusakan.
“Kami masyarakat Blok Truwali hanya meminta satu hal kepada PT Eka Pratama Jaya, yakni adanya kebijakan untuk melakukan pengaspalan hotmix sepanjang 1.000 meter. Kami sudah merasakan dampak akibat peralihan jalur lalu lintas selama proyek berlangsung,” ungkap Didit.
Ia menegaskan, tuntutan tersebut merupakan keputusan bersama warga dan pihaknya berharap kesepakatan yang telah disampaikan perusahaan segera direalisasikan.
“Kami menuntut agar pengaspalan dilakukan satu minggu setelah aksi. Tidak ada tawar-menawar lagi karena keputusan warga sudah bulat.
Alhamdulillah, perwakilan kontraktor melalui Pak Kardi selaku humas telah menyetujui tuntutan tersebut,” tegasnya.
Kini, masyarakat Blok Truwali menunggu realisasi komitmen PT Eka Pratama Jaya. Kesanggupan pengaspalan sepanjang satu kilometer tersebut menjadi harapan warga agar kerusakan jalan akibat aktivitas proyek tidak terus membebani masyarakat.
Publik juga menantikan apakah kesepakatan yang telah dituangkan dalam fakta integritas benar-benar diwujudkan sesuai tenggat waktu yang disampaikan.
Sebab, bagi warga Blok Truwali, keberhasilan aksi bukan diukur dari kesepakatan di atas kertas, melainkan dari bukti nyata perbaikan jalan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.