Daerah

Demi Tetap Sekolah, Siswa SDN Jugosari 03 Nekat Seberangi Arus Deras Kali Regoyo

11
×

Demi Tetap Sekolah, Siswa SDN Jugosari 03 Nekat Seberangi Arus Deras Kali Regoyo

Sebarkan artikel ini
Demi Tetap Sekolah, Siswa SDN Jugosari 03 Nekat Seberangi Arus Deras Kali Regoyo

Foto: Anggota DPR RI Komisi X H.Purnamasidi, anggota DPRD kabupaten Lumajang Bambang

Judul :

Demi Tetap Sekolah, Siswa SDN Jugosari 03 Nekat Seberangi Arus Deras Kali Regoyo

LUMAJANG, kabarnusa 24.com,Kamis,5/11/2026– Terputusnya akses jembatan limpas Kali Regoyo akibat banjir lahar Gunung Semeru tak menyurutkan semangat belajar siswa SD Negeri Jugosari 03, Kabupaten Lumajang. Di tengah derasnya arus sungai dan ancaman keselamatan, sejumlah siswa bersama orang tua mereka nekat menyeberangi sungai demi bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar, Rabu (4/11/2026).

Kondisi tersebut memaksa para orang tua menggendong anak-anak mereka menerobos aliran Kali Regoyo yang masih deras. Mereka mengaku tidak memiliki pilihan lain karena akses menuju sekolah yang berada di seberang sungai terputus akibat banjir lahar yang terjadi pada Senin sebelumnya.

Risiko terseret arus deras pun harus dihadapi demi memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan dan tidak tertinggal pelajaran.

“Tidak ada pilihan lain, Mas. Sebab, kalau terlalu lama tidak sekolah karena jalannya terdampak banjir, anak saya bisa ketinggalan pelajaran,” ungkap Dewi, salah satu wali murid SDN Jugosari 03, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Situasi tersebut tidak hanya dialami satu atau dua keluarga. Sedikitnya 140 keluarga atau sekitar 480 jiwa masih terisolasi akibat dampak banjir lahar yang memutus akses penyeberangan di kawasan Kali Regoyo.

Menanggapi perjuangan para siswa tersebut, Anggota Komisi X DPR RI, H. Muhamad Nur Purnamasidi, menyampaikan apresiasi terhadap semangat anak-anak yang tetap berupaya mengikuti kegiatan belajar di tengah kondisi bencana.

Pria yang akrab disapa Bang Pur itu menegaskan, bencana alam tidak boleh menjadi alasan terhentinya pemenuhan hak pendidikan bagi para siswa. Pemerintah, menurutnya, harus memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan meskipun masyarakat berada dalam situasi darurat.

“Pelayanan pendidikan harus tetap jalan, apalagi siswanya justru semangat untuk belajar,” ungkap Bang Pur.

Lebih jauh, ia mendorong pemerintah agar tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga menyusun strategi khusus untuk menjamin keberlangsungan pendidikan di wilayah yang berulang kali terdampak bencana.

Menurutnya, pola dan waktu terjadinya bencana yang cenderung berulang harus menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pendidikan berbasis kesiapsiagaan bencana.

“Pola dan waktu bencana yang sama ini kan terus berulang, harus dijadikan pegangan perumusan kebijakan pendidikan berbasis kesiapsiagaan bencana,” pungkasnya.

Bang Pur juga menyatakan kesiapannya untuk mendorong dukungan pemerintah pusat apabila diperlukan. Ia akan menginisiasi komunikasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar persoalan akses pendidikan bagi siswa terdampak banjir lahar Semeru mendapat perhatian dan penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keberlangsungan pendidikan di kawasan rawan bencana membutuhkan langkah antisipatif dan kebijakan yang berkelanjutan. Jangan sampai semangat anak-anak untuk belajar justru harus dibayar dengan risiko keselamatan jiwa.( D.S )

Penulis