JAKARTA, KABARNUSA24.COM
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus menindaklanjuti pengaduan masyarakat yang masuk melalui program Lapor Mas Wapres. Dalam Rapat Koordinasi yang berlangsung Rabu (04/11/2026), Kepala Biro Humas dan Protokol Uunk Din Parunggi memaparkan perkembangan penanganan dari total 611 aduan yang diterima.
“Sudah ditindaklanjuti 596 dan masih proses 15. Jadi, terselesaikan kurang lebih 94,67 persen,” ujar Uunk Din Parunggi usai mengikuti Rakor di Jakarta. Angka tersebut menjadi bukti keseriusan Kementerian dalam merespons keluhan masyarakat terkait layanan pertanahan.
Uunk Din Parunggi menjelaskan bahwa aduan yang berkaitan dengan SOP pelayanan biasanya langsung dikoordinasikan dengan Kantor Pertanahan untuk segera diberi respons. Sementara pengaduan yang menyentuh sengketa, konflik, dan perkara membutuhkan penelitian lebih dalam serta komunikasi dengan para pihak.
Kementerian ATR/BPN menyebut mediasi menjadi salah satu langkah utama dalam menangani sengketa pertanahan. Apabila tidak tercapai kesepakatan, penyelesaian akan dilanjutkan mengikuti mekanisme peradilan yang berlaku.
Ke depannya, Kementerian akan berkoordinasi dengan Kedeputian Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan dan Pemerataan Pembangunan untuk menyelesaikan 15 aduan yang masih tertunda. Selain itu, pihaknya mengakui adanya kendala pemeliharaan sistem situs pengelolaan pengaduan.
Selain Lapor Mas Wapres, Kementerian meluncurkan program MasNya ATR/BPN sejak 1 Oktober 2026. Melalui siaran langsung di akun TikTok ATR/BPN, masyarakat dapat bertanya dan berkonsultasi persoalan pertanahan setiap hari kerja pukul 09.00‑11.00 WIB.
Uunk Din Parunggi menambahkan bahwa program MasNya ATR/BPN telah menerima pertanyaan beragam, termasuk dari WNI yang tinggal di Malaysia namun masih memiliki tanah di Indonesia. Selama berstatus WNI, pengurusan tanah tetap dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Rakor tersebut dipimpin oleh Deputi DKPPP Sekretariat Wakil Presiden RI Bernad Dermawan Sutrisno dan dihadiri perwakilan sejumlah kementerian/lembaga. Kepala Biro Humas dan Protokol ATR/BPN hadir didampingi Nurzalina serta Tegar Gallantry. (Rizky Tile)
