Nasional

Saat Harga Pangan Naik Tinggi, Penggiat Medsos Sentil Sufmi Dasco: Wakil Rakyat Harus Bicara Soal Nasib Rakyat, Bukan Hanya Politik

10
×

Saat Harga Pangan Naik Tinggi, Penggiat Medsos Sentil Sufmi Dasco: Wakil Rakyat Harus Bicara Soal Nasib Rakyat, Bukan Hanya Politik

Sebarkan artikel ini
Saat Harga Pangan Naik Tinggi, Penggiat Medsos Sentil Sufmi Dasco: Wakil Rakyat Harus Bicara Soal Nasib Rakyat, Bukan Hanya Politik
Foto : Harga bawang merah naik 89,7 persen di Pasar.

JAKARTA, KABARNUSA24.COM
Kenaikan harga kebutuhan pokok yang terus meroket di awal November 2026 memicu kritik tajam dari masyarakat. Pegiat media sosial Ferry Koto secara terbuka menyoroti apa yang dinilainya sebagai ketimpangan fokus para wakil rakyat, yang lebih banyak disibukkan dengan isu perseteruan politik elite dibandingkan suara rakyat di lapangan.

Melalui akun media sosial X miliknya, Ferry menyoroti Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang dinilainya lebih banyak membahas isu penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dibandingkan persoalan hajat hidup masyarakat yang kian terbebani.

Ferry turut membagikan tangkapan layar berita yang melaporkan lonjakan harga bawang merah mencapai 89,7 persen, hingga menyentuh angka Rp70.000 per kilogram. Kenaikan ini diikuti sejumlah komoditas strategis lain yang ikut melonjak dalam waktu singkat.

“Mungkin beliau belum tahu informasi ini, karena terlalu sibuk dengan isu panas kalangan elit soal penyadapan,” tulis Ferry, yang kemudian meminta para pemimpin untuk lebih peka terhadap realitas ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Ia juga menyinggung klaim pemerintah terkait pencapaian swasembada pangan yang dinilainya jauh dari kenyataan. Jika saja swasembada benar-benar terwujud, lantas mengapa harga kebutuhan pokok justru bergerak naik tajam dan semakin membebani daya beli masyarakat?

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia pada awal November 2026, tekanan harga terlihat nyata di hampir semua kelompok kebutuhan pangan utama. Bukan hanya bawang merah, melainkan juga beras, cabai, telur, hingga minyak goreng mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Bawang merah tercatat naik 89,7 persen menjadi Rp70.000 per kilogram, diikuti bawang putih yang melonjak 63,39 persen ke angka Rp63.150 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas medium I naik 35,53 persen menjadi Rp22.300 per kilogram, dan beras kualitas super I naik 28,53 persen menjadi Rp23.200 per kilogram.

Tekanan harga juga terjadi pada komoditas lain. Cabai rawit merah naik 23,72 persen mencapai Rp124.400 per kilogram, cabai merah keriting naik 21,17 persen ke Rp101.900 per kilogram, minyak goreng curah naik 26,35 persen menjadi Rp25.650 per liter, dan telur ayam ras segar melonjak 33,79 persen mencapai Rp39.400 per kilogram.

Ferry meminta Wakil Ketua DPR dan para pemimpin lainnya untuk lebih serius menyampaikan beban harga pangan ini kepada pemerintah. Sebab, kehadiran wakil rakyat di lembaga tinggi negara adalah untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan sekadar terjebak dalam pertikaian politik yang tidak langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Jangan hanya berbicara soal pencapaian di atas kertas, tapi buktikan dengan harga yang terjangkau di pasar. Rakyat butuh makan, bukan sekadar janji dan klaim,” tegas Ferry dalam unggahannya yang kini mendapat dukungan luas dari warganet.

Penulis