KulinerNasional

Virall..!! Icip – icip Kuliner Malam, Bubur Ayam Cirebon ala Bang Edy jadi Pilihan Rasa Makan Malam di Kawasan Jakarta Timur

6
×

Virall..!! Icip – icip Kuliner Malam, Bubur Ayam Cirebon ala Bang Edy jadi Pilihan Rasa Makan Malam di Kawasan Jakarta Timur

Sebarkan artikel ini
Virall..!! Icip - icip Kuliner Malam, Bubur Ayam Cirebon ala Bang Edy jadi Pilihan Rasa Makan Malam di Kawasan Jakarta Timur
Kuliner malam, icip-icip Bubur ayam khas cirebon di kawasan Jakarta Timur, Senin(04/11/2023).

Jakarta – Indonesia || Kabarnusa24com

Bubur ayam merupakan salah satu hidangan khas Indonesia yang terbuat dari beras yang dimasak dengan air yang banyak sampai menjadi bubur, cara membuat bubur ayam mungkin terlihat mudah, akan tetapi dibutuhkan takaran air yang sesuai dan juga bahan beras yang bagus untuk mendapatkan tekstur bubur yang lembut.

Sajian bubur ayam kemudian ditambahkan sajian bumbu yang pas takerannya dengan selera yang di inginkan pelanggan, Sebagai tambahan biasanya pedagang menyajikan tusukan sate telur burung puyuh, ucus, ampela dan ati ayam dengan ciri khas tersendiri.

Awak media Kabarnusa24.com yang kebetulan melintasi daerah Kawasan Jakarta Timur, tepatnya dijalan Lingkar Duren Sawit atau Jalan impres Kelurahan Klender, Duren sawit, Jakarta Timur pada Senin(04/11/2023) Malam mencari tempat untuk icip-icip kuliner malam.

Virall..!! Icip - icip Kuliner Malam, Bubur Ayam Cirebon ala Bang Edy jadi Pilihan Rasa Makan Malam di Kawasan Jakarta Timur
Bubur ayam khas cirebon(foto.istimewa)

Jadi Penasaran ketika melihat penyajian dagangan bubur ayam khas cirebon dipinggir jalan tersebut, lalu mencoba mampir untuk icip-icip semangkok bubur ayam ingin membuktikan rasa masakan bubur ciri khas masakan malam Bubur ayam Khas Cirebon ala Bang Edy ternyata Enak Rasanya berbeda dengan rasa bubur ayam yang tak seperti biasanya.

Lokasinya yang berada dipinggiran jalan sangat mudah untuk ditemukan dan tempat meja makannya yang bersih ditamban tersusun rapih hidangan makanan tambahannya menjadikan tempat yang nyaman saat menikmati santapan bubur ayam khas cirebon kata seorang pengunjung yang kebetulan bersamaan menikmati kuliner makan bubur ayam.

Virall..!! Icip - icip Kuliner Malam, Bubur Ayam Cirebon ala Bang Edy jadi Pilihan Rasa Makan Malam di Kawasan Jakarta Timur
Yono pengemudi Gocar menikmati hidangan kuliner malam bubur ayam khas cirebon.

” Saya sering menikmati kuliner malam makan bubur ayam khas cirebon di warungnya Bang Edy, rasa bubur ayamnya memang benar – benar enak gak sembarangan jadi pilihan.” Kata Yono pengemudi Gocar saat makan bersama Awak media.

Bang Edy, sapaan pedagang Bubur ayam khas cirebon menjelaskan dirinya membuka dagangan sebanyak 2 kali dalam sehari, pertama buka dagang bubur mulai dari pukul 06:00wib pagi sampai pukul 12:00wib siang dan yang kedua pada sore hari sampai malam hari buka mulai pukul 16:00wib sore sampai dengan pukul 24:00wib Malam dengan hasil yang memuaskan untuk perekonomian keluarga.

BACA JUGA:  Apresiasi Pihak yang Sukseskan Sertipikasi Tanah Ulayat, Menteri AHY Berikan Penghargaan untuk World Bank, WRI, dan para Akademisi dalam Konferensi Internasional di Bandung Bandung - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi pihak-pihak yang berkontribusi mendukung serta memberi keadilan bagi Masyarakat Hukum Adat di Indonesia. Apresiasi diberikan secara langsung kepada individu maupun pemerintah/lembaga/universitas dalam kegiatan International Meeting on Best Practices of Ulayat Land Registration in Indonesia and ASEAN Countries pada Rabu (05/09/2024) di The Trans Luxury Hotel, Bandung. “Capaian (pendaftaran tanah ulayat, red) ini merupakan hasil dari kolaborasi yang hebat antara lembaga pemerintah, masyarakat setempat, akademisi, dan mitra internasional. Kami juga telah bekerja sama erat dengan universitas untuk memastikan bahwa upaya kami didasarkan pada penelitian, berlandaskan pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip adat, dan responsif terhadap berbagai kebutuhan masyarakat setempat,” jelas Menteri AHY. Dengan didukung penelitian dari universitas membantu memperkuat kebijakan terkait pendaftaran tanah ulayat. Terbukti, untuk capaian sertipikasi tanah ulayat sudah terdapat 24 Sertipikat Hak Pengelolaan (HPL) tanah ulayat yang mencakup hampir 850.000 hektare tanah di Sumatra Barat, Papua, Jawa Barat, Bali, dan Jambi. Tahun ini, Kementerian ATR/BPN telah menargetkan untuk menyertipikasi 10.000 hektare tanah di empat provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Selatan. Salah satu pihak yang mendukung percepatan sertipikasi tersebut adalah Farida Patittingi, penerima penghargaan atas dedikasinya sebagai akademisi yang berkontribusi dalam pengembangan peraturan sekaligus mendukung serta memberikan pembelaan terhadap hak-hak Masyarakat Hukum Adat. “Kami melakukan riset, melakukan berbagai seminar yang mendukung Kementerian ATR/BPN dalam melakukan inventarisasi dan sertipikasi tanah ulayat, serta memberikan rekomendasi, sehingga terwujud satu kebijakan, dalam bentuk Peraturan Menteri,” terang Farida Patittingi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor III, Universitas Hasanuddin. Menurutnya, Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 14 Tahun 2024 patut diapresiasi. “Saya kira, ini adalah satu kebijakan pemerintah yang patut diapresiasi. Ini adalah bentuk political will pemerintah dalam merealisasikan kehendak konstitusi atau kehendak rakyat pada umumnya, dan secara khusus Masyarakat Hukum Adat dalam memberikan perlindungan terhadap hak-hak mereka,” pungkas Farida Patittingi. Selain Farida Patittingi, ada juga Wakil Rektor III Universitas Andalas, Kurnia Warman yang mendapat penghargaan sama atas dedikasi dalam menemukan aturan yang membela Masyarakat Hukum Adat di Provinsi Sumatra Barat. Selain itu, terdapat 8 penerima penghargaan lain yang diberikan dalam kesempatan ini. Penerima tersebut antara lain World Resources Institute atas kerja sama dalam membantu penyusunan Buku Saku Pendaftaran Tanah Ulayat; Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Sumatra Utara atas keterlibatannya dalam pelaksanaan inventarisasi dan identifikasi tanah ulayat; Bupati Tanah Datar sebagai tonggak sejarah Masyarakat Hukum Adat di Provinsi Sumatra Barat; Wali Kota Sungai Penuh sebagai tonggak sejarah Masyarakat Hukum Adat di Provinsi Jambi; dan Pj. Bupati Jayapura sebagai tonggak sejarah Masyarakat Hukum Adat di Provinsi Papua. Adapun dalam Konferensi Internasional pertama di Indonesia yang membahas mengenai Pendaftaran Hak atas Tanah Ulayat ini, hadir ratusan peserta yang berasal dari berbagai negara. Di antaranya perwakilan World Bank, World Resources Institute, perwakilan Lembaga Pertanahan Luar Negeri se-Asia Tenggara: perwakilan National Committee of Indigenous People (NCIP) Filipina, perwakilan Department of Agriculture Land Management (DALAM) Ministry of Agriculture and Forestry of Laos, perwakilan Office of the National Land Policy Board Thailand, perwakilan Department of Land Thailand; perwakilan Masyarakat Hukum Adat dari 9 provinsi di Indonesia; peserta dari Kementerian ATR/BPN; perwakilan dari kementerian terkait; para akademisi, organisasi mahasiswa, serta perwakilan beberapa universitas yang aktif dalam meneliti dan memperjuangkan masyarakat hukum adat di Indonesia. (GE/PHAL) #AHYMenteriATR #KementerianATRBPN #MelayaniProfesionalTerpercaya #MajuDanModern #MenujuPelayananKelasDunia #SetiapKitaAdalahHumas #SetiapKitaAdalahAmbassador Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional X: x.com/kem_atrbpn Instagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/ Fanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN Youtube: youtube.com/KementerianATRBPN TikTok: tiktok.com/@kementerian.atrbpn Situs: atrbpn.go.id PPID: ppid.atrbpn.go.id

” ya saya membuka dagangan bubur menjadi dua shif, shif yang pertama pagi hari dari pukul 6 sampai puku 12 siang dan untuk shif 2 dagangan dibuka mulai pukul 16 sore hingga pukul 12 mlam.” Tutur Bang Edy

Virall..!! Icip - icip Kuliner Malam, Bubur Ayam Cirebon ala Bang Edy jadi Pilihan Rasa Makan Malam di Kawasan Jakarta Timur
Sosok Bang Edy pedagang bubur ayam khas cirebon.

“Alhamdulillah dengan harga yang merakyat cuma Rp.10.000 rupiah semangkok Bubur ayamnya sudah dilengakapi emping melinjo dan cakue dagangan saya laris manis tanjung timpul dagangan habis uang pun ngumpul bisa menapkahi keluarga.” Tutup Bang Edy

(Db)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin