PALI — Sumatra Selatan, Kabarnusa24.Com, Tiga oknum Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang lulus seleksi PPPK membuat gaduh ditengah-tengah masyarakat dan kini atas ulahnya itu permasalahan tersebut berbuntut panjang.
Ribuan massa pada Senin 20 Januari 2025 mengepung kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten PALI meminta mengusut tuntas lulusnya seleksi PPPK tiga Kades di kabupaten PALI.
Ribuan massa yang tergabung pada organisasi Pemuda Pancasila (PP) tersebut meminta Kejaksaan untuk memenjarakan oknum kades serta kroninya yang meloloskan persyaratan menjadi calon peserta seleksi PPPK.
Diungkapkan koordinator aksi unjuk rasa, Mas Pur bahwa ada beberapa tuntutan yang disampaikan saat mengadakan demo dihadapan kantor Kejari PALI.
Yakni:
1. Usut tuntas dan audit proses seleksi PPPK yg diduga melanggar hukum, sehinga 3 Kades bisa lulus
2. Proses hukum dugaan penyalahgunaan jabatan/wewenang serta dugaan korupsi semua yg terlibat dlm meluluskan 3 Kades pada seleksi PPPK di PALI
3. Batalkan kelulusan PPPK 3 Kades, yang cacat hukum
4. Pecat 3 Kades yang melanggar UU Desa, karena telah merangkap jabatan (profesi) selama ini
5. Minta 3 Kades mengembalikan kerugian negara karena telah menerima 2 sumber penghasilan yg bersumber anggaran negara (APBD/APBN)
6. Penjarakan Kepala Sekolah dan yang terlibat memanipulasi data, guna memuluskan 3 Kades lulus PPPK
7. Audit menyeluruh proses seleksi PPPK di PALI, yg disinyalir banyak pelanggaran hukum.
BACA JUGA: Bupati dan Wakil Bupati Gaungkan Kopi dan Pariwisata Lampung Utara pada Grand Opening Lampung Fest 2025 Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menegaskan komitmen penuh pada penguatan sektor kopi dan pariwisata daerah melalui kehadiran Bupati Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si. dan Wakil Bupati Romli, S.Kom., S.H., M.H. pada Grand Opening Lampung Fest 2025 di PKOR Way Halim, 12 November 2025. Acara dibuka langsung oleh Gubernur Lampung bersama Wakil Gubernur serta jajaran Forkopimda Provinsi, menandai dimulainya rangkaian Lampung Fest yang mengusung tema “Coffee and Tourism”. Bupati dan Wakil Bupati hadir bersama Sekda Drs. H. Lekok, M.M., para Asisten, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab. Lampung Utara, Forkopimda Kabupaten dan para Camat. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan penuh terhadap pengembangan kopi dan pariwisata sebagai kekuatan ekonomi baru daerah. Pada kesempatan itu, Bupati Hamartoni menegaskan bahwa Lampung Utara memiliki potensi kopi berkualitas yang harus terus ditonjolkan di tingkat provinsi. Pemkab. Lampung Utara turut menjajakan produk kopi unggulan sebagai bentuk promosi kepada masyarakat luas dan pelaku industri. Selain kopi, Lampung Utara juga menampilkan kekayaan budaya daerah. Tari Bedayo Abung Siwo Migo tampil sebagai opening performance, memukau pengunjung dan memperlihatkan bahwa Lampung Utara bukan hanya penghasil kopi tetapi juga memiliki warisan budaya kuat sebagai daya tarik wisata. Dalam rangkaian kegiatan pembukaan, Gubernur Lampung turut mengunjungi Anjungan Lampung Utara. Gubernur memberikan apresiasi atas kesiapan serta tampilan yang disajikan dan menyebut bahwa partisipasi Lampung Utara menjadi bagian penting dalam menyukseskan penyelenggaraan Lampung Fest 2025. Wakil Bupati Romli menyampaikan bahwa Lampung Fest menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring promosi daerah. Ia berharap potensi kopi serta destinasi pariwisata Lampung Utara semakin dikenal dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemkab Lampung Utara akan terus mendorong inovasi, kolaborasi dan promosi lintas sektor agar kopi dan pariwisata daerah semakin berdaya saing dan membawa manfaat nyata bagi pembangunan daerah.
“Kami akan mengawal proses hukum terhadap pelanggaran yang dilakukan oknum tiga Kades ini,” ungkapnya
Post Views: 501