Berita

“Atalia Praratya Apresiasi Acara Bakti Sosial Perempuan Indonesia Maju Jawa Barat”

41
×

“Atalia Praratya Apresiasi Acara Bakti Sosial Perempuan Indonesia Maju Jawa Barat”

Sebarkan artikel ini
"Atalia Praratya Apresiasi Acara Bakti Sosial Perempuan Indonesia Maju Jawa Barat"

Perempuan Indonesia Maju (PIM) DPD Jabar dan Yayasan Mestika Wanodja Indonesia (YMWI) menggelar acara bakti sosial menyambut Hari Anak Nasional 2025, di The New Majestic, Jalan Braga, Jumat, 27 Juni 2025.

Acara melibatkan sekitar 300 anak dhuafa dan yatim piatu dari sejumlah panti asuhan serta yayasan tahfiz di Kota Bandung. Bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan mata.

"Atalia Praratya Apresiasi Acara Bakti Sosial Perempuan Indonesia Maju Jawa Barat"

Ketua Jabar Bergerak, Atalia Praratya bersama Ketua PIM DPD Jabar sekaligus Ketua Pembina YMWI, Osye Anggandarri. S.H dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi, Leni Dadang Arif Abdurrahman berfoto bersama di sela acara bakti sosial.

Apresiasi yang sama juga disampaikan Ketua Jabar Bergerak, Atalia Praratya. Ia mengatakan, PIM DPD Jabar merupakan kelompok yang memberikan perhatian kepada masyarakat khususnya yang terkait dengan perempuan dan anak. “Perempuan Indonesia Maju yang ada sejak tahun 2023 ini terus memberikan kebermanfaatannya dalam bentuk macam-macam. Tidak hanya perhatian kepada perempuan dan perlindungan kepada anak tapi memberikan pelatihan-pelatihan untuk bisa tampil menjadi perempuan yang lebih percaya diri, belajar publik speaking dan lain sebagainya,” ujar Atalia.

Anggota DPR RI ini berharap, kegiatan yang dilakukan PIM DPD Jabar bisa terus dilaksanakan, bisa terus berkembang termasuk memberikan informasi bagi kelompok perempuan yang lain. “Jadi perempuan ini bersatu, mereka saling menolong. Women support women ini sangat penting. Jadi saya apresiasi luar biasa bagi kelompok perempuan yang mau memberikan kepeduliannya secara internal maupun eksternal,” tutur istri dari Ridwan Kamil ini. Lebih lanjut, Atalia, mendorong perempuan-perempuan mana pun untuk bergabung dengan komunitas yang ada. Termasuk komunitas yang sesuai dengan pilihan seperti komunitas berwirausaha, pengajian atau keagamaan ada juga komunitas hobi dan sebagainya. “Kita dorong perempuan-perempuan supaya mereka tidak sendirian supaya jadi mampu untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara mereka karena ujiannya pasti berbeda seperti banyak masukan, mendengar, kemudian mencari jalan keluar dengan cara mereka mendapatkan informasi dari teman teman, itu saya kira penting,” tandasnya.**fjr

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin