BeritaDaerah

Mbah Goen:TPA Burangkeng Sudah Overkapasitas, Usulkan Dana Desa untuk Alat Penghancur Sampah

6
×

Mbah Goen:TPA Burangkeng Sudah Overkapasitas, Usulkan Dana Desa untuk Alat Penghancur Sampah

Sebarkan artikel ini
Mbah Goen:TPA Burangkeng Sudah Overkapasitas, Usulkan Dana Desa untuk Alat Penghancur Sampah

Bekasi-2 juli 2025-media kabarnusa24.com

Masalah sampah yang semakin menumpuk di Kabupaten Bekasi kembali menjadi sorotan. Tumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng kini mencapai kondisi overkapasitas, memicu kekhawatiran dan desakan solusi dari berbagai pihak.

Gunawan, tokoh masyarakat Bekasi yang akrab disapa Mbah Goen, dalam diskusi grup WhatsApp FINTAR dan Ketua Umum LSM Sniper, menyoroti penggunaan Dana Desa yang dinilainya belum tepat sasaran. Ia mengusulkan agar anggaran tersebut dialihkan untuk pengadaan alat penghancur sampah.

“Menurut hemat saya, Dana Desa daripada dibelanjakan untuk program-program ketahanan pangan yang pelaksanaannya di lapangan dan belanja barangnya tidak jelas—karena banyak yang raib—lebih baik dialokasikan untuk membeli alat penghancur sampah. Ada bukti, ada manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan desa,” ujar Gunawan.

Dukungan atas usulan ini juga datang dari Kepala Desa Bojongsari, Mulyana. Ia menilai persoalan sampah sudah sangat mengkhawatirkan di wilayahnya.

“Per RW harus ada mesin pencacah sampah, agar pemda pun tidak pusing dengan masalah sampah,” tulis Mulyana dalam grup diskusi.

Gunawan menegaskan bahwa TPA Burangkeng yang sudah penuh kini menyebabkan desa-desa di Bekasi kesulitan membuang sampah. Karena itu, menurutnya, pemerintah desa harus segera mengambil langkah konkret.

“Pemdes di Kabupaten Bekasi harus segera ambil langkah solutif dalam penanganan dan pengelolaan sampah di masing-masing desa. Salah satunya dengan membangun dan memiliki alat penghancur sampah (incinerator) ramah lingkungan melalui Dana Desa,” tegasnya.

Gunawan pun memberi contoh Desa Compreng di Kecamatan Subang, Jawa Barat, yang telah lebih dulu menerapkan teknologi incinerator dalam pengelolaan sampah lokal.

“Seluruh desa di Kabupaten Bekasi harus memiliki alat penghancur sampah agar sampah tidak lagi menjadi momok menakutkan,” tandas Gunawan.

Sorotan ini menjadi pengingat pentingnya prioritas pengelolaan lingkungan oleh pemerintah desa, demi menciptakan kehidupan masyarakat yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

DRY

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin