BeritaDaerah

Baba Ken Arca Ungkap Metode KTN: Kaidah Tani Nusantara untuk Pulihkan Kesuburan Tanah

5
×

Baba Ken Arca Ungkap Metode KTN: Kaidah Tani Nusantara untuk Pulihkan Kesuburan Tanah

Sebarkan artikel ini

Bekasi, 9 Juli 2025 -Media Kabarnusa25.com

Nasep Iskandar, yang lebih dikenal sebagai Baba Ken Arca, kembali menyuarakan kegelisahannya terhadap kondisi pertanian di Kabupaten Bekasi. Sosok yang dikenal vokal memperjuangkan hak-hak petani ini kali ini mengangkat konsep KTN (Kaidah Tani Nusantara), sebuah metode bertani yang menurutnya belum banyak dikenal oleh masyarakat luas.

Dalam keterangannya, Baba Ken Arca menjelaskan bahwa KTN merupakan metode pengembalian tingkat kesuburan tanah melalui pendekatan tradisional yang dikombinasikan dengan teknik modern, terutama dalam pemberian nutrisi pada tanah dan tanaman. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas panen secara alami dan berkelanjutan.

“Ini sejatinya bukan hal baru. Para leluhur kita menyebutnya sebagai hasil ‘titeni’ atau pengamatan bertani dari masa ke masa. Kaidah-kaidah ini sangat modern dalam esensi, namun tetap menjaga kealamiahan tanah,” ujar Baba Ken Arca yang juga menjabat sebagai Sekretaris HKTI Kabupaten Bekasi.

Ia menilai bahwa sudah saatnya petani Bekasi kembali kepada prinsip-prinsip bertani Nusantara yang mengedepankan kearifan lokal dan keselarasan dengan alam. Pasalnya, penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dalam beberapa dekade terakhir telah membuat lahan pertanian mengalami kelelahan atau kejenuhan.

“KTN ini lebih dari sekadar pengolahan tanah. Ini adalah pendekatan menyeluruh terhadap pertanian yang menghormati tradisi dan alam. Jika tanah terus dipaksa dengan bahan kimia, kesuburannya akan habis. Maka, KTN adalah solusi menjaga keberlangsungan pertanian kita,” tambahnya.

Baba Ken Arca juga menyampaikan bahwa ke depan pihaknya akan terus membuka ruang diskusi dan pengkajian lebih dalam terkait metode KTN, termasuk aspek-aspek ketradisionalan lain dalam praktik bertani yang kini mulai ditinggalkan.

“Insyaallah ke depan akan kita kupas lebih lanjut melalui Media Patriot Indonesia, agar publik dan petani kita semakin sadar pentingnya kembali ke kaidah tani Nusantara,” pungkasnya.

DRY

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin