LUMAJANG,Kabarnusa24.Com.Minggu,3/7/3/2025 .Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN bersama Komisi X DPR RI fraksi Golkar H.Purnamasidi memberikan perhatian serius terhadap permasalahan sampah. Dalam upaya mengatasinya, dalam pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos skala rumah.
Purnamasidi menyampaikan urgensi menjaga kebersihan lingkungan dari sampah, mengingat ancaman serius dampaknya terhadap masyarakat, termasuk risiko bencana pencemaran lingkungan.
Dalam rangka edukasi, Purnamasidi bersama BRIN memberikan pemahaman terhadap masyarakat Lumajang tentang berbagai metode pengolahan sampah.
Purnamasidi juga mengucapkan terima kasih kepada BRIN atas kontribusinya dalam memberikan pemahaman tersebut terhadap masyarakat setempat.
“Saya berterima kasih kepada BRIN karena sudah memberikan pemahaman kepada masyarakat Lumajang,” ujar legislator dari daerah pemilihan Lumajang -Jember.
Peneliti Ahli Utama pada Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi BRIN RI, Hariyadi menjelaskan sampah terbagi menjadi organik dan anorganik. Organik dapat diuraikan menjadi kompos atau biogas.
Salah satu cara populer dalam pengelolaan sampah adalah dengan menggunakan alat pembakar sampah yang ramah lingkungan, seperti yang telah diterapkan di beberapa kota seperti Jakarta, Solo, dan Surabaya.
Haryadi menekankan, proses pembakaran harus dilakukan dengan alat yang dapat mencegah pencemaran udara.
“Cara populer bukan dengan dibakar, tapi menggunakan alat pencegah pencemaran udara,” ujar Hariyadi
Harapannya, kolaborasi antara BRIN dan Komisi X DPR RI dapat merangsang kebijakan daerah agar penanganan sampah menjadi lebih efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Haryadi menegaskan kesiapan BRIN untuk memberikan pelatihan dan bimbingan teknologi, asalkan ada permintaan resmi dari masyarakat.
“Kami diminta bertanggung jawab untuk mengajar, dan kami dari BRIN diminta untuk menyampaikan teknologinya,” ucap Hariyadi
“Masyarakat harus peduli terhadap masalah sampah, berbagi pengalaman dalam penguraian sampah melalui magot.
Sampah organik yang diurai oleh magot tidak hanya bermanfaat sebagai pakan ayam, burung, dan lele, tetapi juga dapat dijadikan pupuk untuk menyuburkan tanaman.
“Haryadi mengedukasi masyarakat kabupaten Lumajang dalam menangani sampah dengan magot karena punya nilai efisien bagi peternak ayam, burung lele, dan limbah dari pencernaan magot bisa jadi pupuk,” ungkap Hariyadi
Dengan upaya seperti ini, diharapkan masyarakat dapat lebih efisien dalam menangani sampah, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengelola masalah lingkungan.(D.S)







