Berita
4
×

Sebarkan artikel ini
  • Akibat Krisis Iklim, Tingkatan Beban Perempuan, Mitigasinya Perlu Inklusif

 

 

 

Lumajang,kabarnusa24.Com.Rabu,13/8/2025.Krisis iklim tak hanya memanaskan bumi, tapi juga menambah beban di pundak perempuan. Di Kabupaten Lumajang perubahan iklim membuat perempuan dan anak perempuan harus memikul lebih banyak pekerjaan domestik. Di beberapa desa ancamannya kian berat. Risiko kekerasan berbasis gender melonjak.

 

Direktur P2KP Iva Hasanah,ST.S.Sos mengungkapkan “Perubahan iklim merupakan adaptasi dan mitigasi iklim tak boleh mengabaikan perlindungan gender. Menurutnya keikut sertaan perempuan dalam pembangunan daerah untuk memperkuat ketahanan iklim dan kebencanaan masih sekadar formalitas. Lebih parah lagi, pemerintah daerah bahkan tak punya data soal gender dan disabilitas.

 

“Hambatan partisipasi anak perempuan dalam musyawarah desa, terutama dalam memberikan informasi. Juga di keluarga, perempuan tidak bisa bersuara. Itu merupakan kesenjangan implementasi isu inklusi,” ujar Iva

 

Ia menambahkan, kelompok marginal menanggung triple burden: risiko bencana dan iklim yang lebih tinggi, akses ke sumber daya adaptasi yang lebih kecil, dan terpinggirkan dalam pengambilan keputusan.

 

Iva juga mengatakan bahwa krisis iklim memperparah ketimpangan sosia perbedaan, dampak krisis iklim terhadap perempuan diperbesar oleh peran gender tradisional, minimnya akses sumber daya, mobilitas yang terbatas, kemiskinan, serta konsekuensi sosial dan kebijakan. Ketimpangan ini, lanjutnya, tampak jelas saat gagal panen, kelangkaan air, bencana iklim, migrasi, hingga konflik dan kemiskinan.

 

Iva juga menegaskan bahwa kesetaraan gender dalam iklim tak bisa ditunda. Bukan hanya agar dampak iklim tak semakin membebani perempuan, tetapi juga agar perempuan bisa berperan lebih dalam adaptasi dan mitigasi.

 

Demi Kebijakan Iklim yang Adil dan Inklusif, Pendekatan yang adil dan inklusif akan menciptakan pondasi yang kuat untuk implementasi yang berkelanjutan karena melibatkan dan memberdayakan semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam mencapai target iklim.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin